Mereka diarahkan menuju fasilitas pemulihan, berendam di jakuzi, membiarkan air hangat meredakan lelah yang masih tersisa.
Sementara itu, kelompok lain—para pemain cadangan dan mereka yang baru sebentar mencicipi pertandingan—tetap berlari, menggiring, dan beradu taktik di atas rumput, seakan ingin menegaskan bahwa kesempatan selalu menunggu yang bersiap.
Ada kabar yang menyelipkan harapan. Marc Klok telah kembali merumput dalam sesi latihan, pertanda kondisinya berangsur pulih.
Baca Juga:Persija Jakarta Pulang ke JIS saat Menyambut PSM Makassar di Pekan ke-22, Duo Brasil Ini Mengaku HappyCara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan Menjelang Lawan Persijap Jepara
Namun perhatian belum sepenuhnya lepas dari Alfreandra Dewangga, yang pada pertandingan sebelumnya merasakan nyeri.
Sang pelatih mengisyaratkan bahwa kondisi pemain itu akan terus dipantau keesokan hari, dan pergantian di babak pertama pada laga terakhir disebutnya sebagai langkah kehati-hatian.
Selain persoalan itu, ia menilai keadaan tim berada dalam kondisi baik.
Demikianlah, di bawah langit Ramadan yang hening, Persib Bandung menata ulang waktunya sendiri.
Mereka belajar bahwa disiplin bukan hanya soal berlari mengejar bola, melainkan juga tentang menyesuaikan diri pada putaran bulan dan keyakinan—tanpa kehilangan bara yang membuat mereka tetap menyala di lapangan.
“Dewa merasakan sakit di pertandingan terakhir. Jadi kita akan lihat besok. Itulah alasan mengapa saya menggantinya di babak pertama, dan sisanya semua oke,” ujar Bojan Hodak.
