RADARTASIK.ID— Langit Bandung masih menyisakan semburat merah ketika cahaya lampu mulai menegaskan garis-garis tegas di rumput Gelora Bandung Lautan Api.
Kamis malam, 19 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, menjadi penanda bahwa bulan Ramadan 1447 H tidak mengurangi denyut kerja Persib Bandung.
Justru di saat sebagian orang bersiap memejamkan mata, para pemain Pangeran Biru baru saja mengikat tali sepatu dan menata napas untuk memulai latihan perdana mereka di bulan puasa.
Baca Juga:Persija Jakarta Pulang ke JIS saat Menyambut PSM Makassar di Pekan ke-22, Duo Brasil Ini Mengaku HappyCara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan Menjelang Lawan Persijap Jepara
Ramadan kali ini menggeser jarum jam kebiasaan. Jika biasanya peluit latihan bersahut dengan terik matahari, kini ia berpindah ke malam hari, selepas azan.
Perubahan itu bukan tanpa pertimbangan. Di baliknya ada ikhtiar agar para pemain muslim dapat menjalankan ibadah tanpa harus mengorbankan mutu kerja di lapangan.
Pelatih Persib Bojan Hodak, memandang peralihan waktu latihan sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan seorang profesional.
Ia menilai timnya hanya perlu menata ulang ritme harian—mengubah jam tidur, menyesuaikan pola makan, dan membiarkan pagi menjadi lebih panjang untuk beristirahat.
“Ini normal. Kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup. Jadi mereka (pemain) bisa tidur lebih lama di pagi hari dan kami berlatih di malam hari,” ujar Bojan Hodak.
Dengan latihan selepas berbuka, para pemain tetap dapat menjaga intensitas di tingkat tertinggi, seolah malam hanyalah selimut tipis yang tidak mengurangi tajamnya kerja otot dan pikiran.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, memaksa latihan di siang hari saat para pemain berpuasa justru akan merugikan tim sendiri.
Baca Juga:Mencetak Gol, Andrew Jung Tetap Merasa Kecewa dengan Nasib Persib Bandung di ACL TwoBersiaplah! Kini Persib Fokus ke Super League Usai Terhenti di ACL Two, Ini Kata Bojan Hodak
Dalam keadaan tubuh menahan lapar dan dahaga, intensitas tak mungkin mencapai titik yang diinginkan.
Karena itu, ia memastikan bahwa program yang dijalankan tidak berubah sedikit pun; hanya waktunya saja yang digeser.
Selama dua tahun terakhir, standar latihan telah terjaga, dan pada Ramadan ini standar itu tetap dipertahankan.
Perbedaannya semata-mata terletak pada dimulainya sesi yang lebih larut, memberi kesempatan bagi para pemain untuk berbuka dan kemudian berlatih secara normal.
Malam itu, lapangan dibagi menjadi dua suasana. Sebelas pemain inti yang pada laga terakhir tampil lebih dari 45 menit tidak turun mengolah bola.
