Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya Harus Tetap Hidup

Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya
Situasi Pasar Induk Cikurubuk yang kini mengalami penurunan aktivitas perdagangan. (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya kian tertekan seiring dengan tutupnya sekitar 1.500 kios dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap melemahnya aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Cikurubuk.

Situasi ini terjadi di tengah perubahan lanskap perdagangan yang semakin terdigitalisasi, di mana aktivitas jual beli tidak lagi sepenuhnya bergantung pada transaksi tatap muka di pasar tradisional.

Baca Juga:Kesabaran Ramadan: Kunci untuk Sukses Trading Jangka PanjangKim Hye Yoon Hadapi Realitas Berat Dunia Manusia dalam Drakor No Tail to Tell

Pergeseran tersebut menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan pola pemasaran yang lebih fleksibel, termasuk melalui pemanfaatan platform daring.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menyatakan, upaya adaptasi terhadap perkembangan perdagangan berbasis digital di kalangan pedagang masih menghadapi kendala, terutama dari sisi pemahaman dan pemanfaatan teknologi.

Sebagai bentuk dukungan, Kadin secara rutin menggelar pelatihan digital dengan melibatkan tenaga ahli yang telah menjalin kemitraan dengan platform media sosial guna membantu pedagang memperluas jangkauan pemasaran produk.

“Kalau kami dari Kadin sendiri memang rutin ada pelatihan untuk digital karena memang kita ada pakarnya yang partnership ke TikTok,” ungkap Asep Saepulloh.

Namun demikian, peningkatan kapasitas pedagang dinilai belum dapat berjalan optimal tanpa didukung kondisi infrastruktur pasar yang memadai.

Aksesibilitas kawasan pasar, menurut dia, turut memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja secara langsung.

“Kalau kita berbicara Cikurubuk mohon maaf, kita sama-sama tahu jalannya, jangankan berbicara online, untuk datang saja ketika hujan becek dan sebagainya,” terang Asep Saepulloh.

Baca Juga:Meriahkan Tahun Baru Imlek 2026, Hotel Santika Tasikmalaya Gelar Gala Dinner Tahun Kuda Api Penuh EnergiBukber All You Can Eat Rp125.000 di Cordela Suites Tasikmalaya 

Oleh karena itu, pengembangan Pasar Cikurubuk ke depan dinilai memerlukan keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, khususnya dalam pembenahan infrastruktur serta perencanaan revitalisasi pasar.

Selain penguatan kapasitas pedagang, Pasar Cikurubuk juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pasar tematik sebagaimana yang telah diterapkan di sejumlah daerah, seperti di Pasar Cihapit Bandung.

Namun, pengembangan tersebut, menurut Asep, perlu ditunjang oleh fasilitas dan akses yang lebih tertata agar dapat berjalan optimal.

Di sisi lain, penataan kawasan pasar juga dinilai perlu diiringi dengan penguatan strategi pemasaran agar aktivitas perdagangan dapat kembali tumbuh secara berkelanjutan.

0 Komentar