Selain itu, keuntungan dari divestasi bisnis es krim sebesar Rp 3,8 triliun dan divestasi bisnis teh Sariwangi sekitar Rp 800 miliar juga akan dibagikan sebagai bagian dari dividen.
Total dividen yang akan dibagikan UNVR mencapai sekitar Rp 8,1 triliun, memberikan dividend yield yang menarik sebesar 5,5 persen berdasarkan harga saham UNVR di level Rp 2.300 per saham pada pertengahan Februari 2026.
Meski menghadapi beberapa tantangan dalam proses transformasi internal, manajemen UNVR optimis bahwa tahun 2026 akan membawa hasil yang lebih baik.
Baca Juga:Kesabaran Ramadan: Kunci untuk Sukses Trading Jangka PanjangKim Hye Yoon Hadapi Realitas Berat Dunia Manusia dalam Drakor No Tail to Tell
Proses transformasi yang telah dimulai akan terus berlangsung, namun dengan beban yang lebih rendah sekitar 30–40 persen dibandingkan dengan biaya transformasi yang dibukukan pada 2025.
Dengan fokus pada penguatan segmen-segmen inti dan perbaikan struktural, UNVR berharap dapat terus memperkuat posisinya di pasar dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Secara keseluruhan, kinerja UNVR di 2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini tengah berada dalam jalur pemulihan yang baik setelah beberapa tahun penuh tantangan.
Ke depannya, dengan berkurangnya beban transformasi dan keberhasilan dalam mempertahankan pertumbuhan penjualan, UNVR memiliki potensi untuk melanjutkan keberhasilannya dan memberikan nilai lebih kepada pemegang saham dan masyarakat. (rls)
Sumber: Stockbit
