TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan RI di SDN Margajaya, Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan masyarakat. Dengan total anggaran Rp 922.318.002, hasil pembangunan dinilai tidak sebanding dengan besarnya dana yang digelontorkan.
Sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat menilai bangunan ruang kelas, ruang guru, perpustakaan dan fasilitas lainnya terlihat biasa serta tidak menunjukkan kualitas yang mencerminkan anggaran hampir Rp 1 miliar. Mereka bahkan membandingkan dengan SDN Wahanamekar di Desa Setiawangi, Kecamatan Jatiwaras, yang disebut memiliki hasil pembangunan lebih baik meski anggarannya di bawah Rp 900 juta.
Tokoh masyarakat Desa Karyawangi, Agus Rijaludin, mengaku prihatin terhadap hasil revitalisasi tersebut.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Kami prihatin dengan program revitalisasi di SDN Margajaya. Dari segi pekerjaan yang dibangun biasa saja, tidak sesuai dengan besarnya anggaran,” ungkap mantan Kepala Desa Karyawangi dua periode ini, kepada Radar, Jumat 20 Februari 2026.
Menurut Agus, secara kasat mata pekerjaan pembangunan ruang kelas, perpustakaan, WC dan ruang guru terlihat tidak maksimal.
“Kami melihat secara kasat mata bangunan revitalisasi SDN Margajaya itu yang anggarannya Rp 922 juta, untuk pembangunan ruang kelas, perpustakaan, WC dan ruang guru, itu dari sisi pekerjaannya terlihat tidak maksimal,” kata Agus.
Ia menyoroti khusus rehab ruang guru yang disebut awalnya tidak masuk kategori revitalisasi.
“Akan tetapi kenapa sekolah sampai berani membongkar atapnya, diganti dengan baja ringan, sehingga menjadi tanda tanya besar masyarakat dan warga sekolah,?,” tanya Agus.
Agus mempertanyakan mengapa ruang guru tetap dibongkar jika tidak termasuk dalam kategori bantuan revitalisasi.
“Kenapa tidak menunggu anggaran selanjutnya, tidak harus memaksakan. Bahkan info sebenarnya ruang guru diperbaiki atas inisiatif guru dan komite, dari penjualan genteng sekolah yang direhab,” terang Agus.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya
Ia menyebut anggaran perbaikan ruang guru terkumpul dari hasil penjualan genteng bekas rehab yang kemudian digunakan kembali untuk perbaikan.
“Jadi kami menganggap dalam revitalisasi SDN Margajaya ini pihak sekolah tidak maksimal, bangunan dianggap biasa tidak sesuai anggaran, walaupun dalam pengerjaannya oleh pihak ketiga,” ungkap dia.
