Fabregas Lolos dari Hukuman, Jurnalis Italia Akui AC Milan Diperlakukan Tidak Adil

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Setelah kontroversi kartu merah dalam laga Inter kontra Juventus, kini sorotan tajam mengarah ke pertandingan antara AC Milan dan Como 1907 di San Siro.

Jurnalis Italia, Lorenzo Di Benedetto dari Tuttomercatoweb, secara terbuka menilai Rossoneri bisa dianggap diperlakukan tidak adil jika Cesc Fabregas benar-benar lolos dari hukuman.

Dalam tulisannya, Lorenzo membuka dengan kalimat tajam: “Putaran lain, kejadian lain, masalah lain, polemik lain.”

Baca Juga:Capello Yakin Inter Bisa Singkirkan Bodo/Glimt di San Siro: Mereka Masih Bisa Balikkan KeadaanMedia Italia: AC Milan Tak Puas dengan Kinerja Wasit di Serie A

Ia merujuk pada rangkaian kontroversi yang terus berulang di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.

Menurutnya, setelah “kekacauan akibat keputusan La Penna yang secara keliru mengusir Kalulu,” kini publik kembali disuguhi adegan yang tidak pantas terjadi.

Kali ini, insiden melibatkan pelatih Como, Fabregas, yang tertangkap kamera menyentuh bahu Alexis Saelemaekers saat bola masih dalam permainan.

Meski Fabregas telah menyampaikan permintaan maaf usai laga dan terlibat adu argumen dengan pelatih Milan, Massimiliano Allegri, Lorenzo menegaskan tindakan tersebut tetap tidak dapat diterima.

Ia menekankan: “Apa yang terjadi selama laga Milan-Como tidak bisa diterima.”

Sorotan utama tertuju pada keputusan hakim olahraga yang tidak menjatuhkan sanksi tambahan kepada Fabregas.

Lorenzo bahkan menyebut keputusan tersebut “memalukan dan mengejutkan.”

“Mengatakan bahwa hakim olahraga tidak terbantu oleh laporan wasit tidak cukup untuk membenarkan pilihan membiarkan sentuhan Fabregas pada bahu Saelemaekers saat bola sedang dalam permainan,” kecamnya.

Baca Juga:Andrea Longoni Coret AC Milan dari Persaingan Scudetto: Mereka Tak Punya Kemampuan Mengejar InterAC Milan Kantongi Rp1,5 Triliun dari Penjualan 7 Pemain: Patahkan Rekor Pendapatan Tahun 2001

Menurutnya, pembiaran ini berpotensi menciptakan preseden berbahaya jika mengingat bagaimana wasit mengusir Allegri di laga tersebut karena memprotes tindakan Fabregas.

Lorenzo lalu mempertanyakan bagaimana federasi bisa mengambil keputusan berbeda di masa mendatang jika kasus serupa kembali terjadi.

Pernyataan Allegri seusai laga pun dinilainya memiliki makna berbeda.

Sang pelatih Milan sempat bercanda dengan mengatakan bahwa lain kali ia mungkin akan melakukan tekel sliding kepada lawan.

Namun Lorenzo mengingatkan, candaan itu bukan tanpa pesan dengan mengutip pepatah Italia, “Arlecchino mengaku sambil bercanda,” sebagai sindiran bahwa di balik senyum tersimpan nada serius.

0 Komentar