Kecurigaan publik makin tajam karena proyek “Optimalisasi IPAL TPA Ciangir” sudah digelontorkan melalui APBD 2025 dengan pagu Rp3,69 miliar.
Kolam baru dengan metode pengolahan terbaru telah terpasang sejak September 2025. Namun, efektivitasnya kini dipertanyakan: mahal di kertas, samar di air.
Pemuda Tamansari, Agus Sofyan alias Jarwo, mengaku turun langsung ke lokasi. Ia menilai aliran dari IPAL masih diarahkan ke sungai.
Baca Juga:MBG Mandek Tiga Pekan di SD Condong Kota Tasikmalaya, Kata PIC Dapur SPPG: karena Pergantian KSPPGDitinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap Terkunci
“Saya lihat sendiri, IPAL itu mengalir ke Sungai Cipajaran. Bahkan dialirkan dengan sengaja,” tegasnya.
Di tengah silang klaim antara warga dan pemerintah, DLH berjanji akan mengoptimalkan seluruh sistem setelah listrik dan perangkat pendukung terpasang penuh.
Warga berharap, optimalisasi tidak berhenti di proyek fisik dan konferensi pers, tetapi benar-benar memutus potensi pencemaran.
Sungai Cipajaran, bagi warga, bukan sekadar aliran air. Ia adalah sumber hidup. Dan mereka tak ingin lagi dicekoki janji jernih, sementara airnya masih menyimpan curiga. (ayu sabrina barokah)
