Namun, untuk mendatangkan wajah baru, Juventus juga harus melepas beberapa nama dan perombakan terpaksa dilakukan demi menaikkan level kompetitif tim.
Spalletti diyakini tetap menjadi pusat proyek jangka panjang, dengan dukungan penuh dari manajemen untuk membangun era baru yang lebih solid dan ambisius.
Malam kelam di Istanbul kini menjadi titik balik. Kekalahan tersebut bukan hanya luka, melainkan momen refleksi mendalam. Dari sana, Juventus bersiap menata ulang fondasi.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Tak Puas dengan Kinerja Wasit di Serie AAndrea Longoni Coret AC Milan dari Persaingan Scudetto: Mereka Tak Punya Kemampuan Mengejar Inter
Musim panas nanti akan menjadi ajang seleksi ketat: siapa yang layak bertahan, dan siapa yang harus angkat kaki demi kebangkitan Si Nyonya Tua.
