RADARTASIK.ID – Pekan yang kelam bagi klub-klub Italia di Liga Champions mendapat sorotan tajam dari mantan pelatih legendaris, Fabio Capello.
Dalam analisisnya di studio Sky Sport, Capello mengkritik performa wakil-wakil Serie A yang kompak menelan kekalahan pada leg pertama babak play-off.
Juventus tumbang di tangan Galatasaray, Atalanta BC menyerah dari Borussia Dortmund di Jerman, sementara Inter Milan dipermalukan Bodo/Glimt di Norwegia.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Tak Puas dengan Kinerja Wasit di Serie AAndrea Longoni Coret AC Milan dari Persaingan Scudetto: Mereka Tak Punya Kemampuan Mengejar Inter
Capello secara khusus menyoroti performa Inter yang dinilainya jauh dari ekspektasi.
“Saya jujur, saya berharap lebih dari Nerazzurri. Tim Norwegia itu mengejutkan saya karena mereka bermain seperti laga futsal—cepat, dinamis, tanpa takut. Ditambah lagi, di lapangan seperti itu rasanya seperti memainkan olahraga yang berbeda,” ujar Capello.
Menurutnya, Inter terlalu banyak menderita sepanjang laga tandang tersebut.
Tim asuhan Cristian Chivu kesulitan menciptakan peluang bersih karena lawan tampil agresif dalam merebut bola dan sangat cepat saat melakukan transisi menyerang.
Ritme permainan Bodo/Glimt dinilai jauh lebih tinggi yang membuat karakter permainan khas Inter tenggelam.
“Kami tidak melihat kombinasi, umpan terobosan, atau pergerakan yang biasanya ditunjukkan Lautaro dan kawan-kawan. Saya mengharapkan perhatian dan konsentrasi yang lebih besar dari tim Chivu,” tegasnya.
Meski begitu, Capello belum sepenuhnya kehilangan keyakinan dan percaya Inter masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di San Siro.
Faktor lapangan dan bermain kandang dinilai akan sangat membantu.
“Di San Siro ceritanya akan berbeda. Lapangannya berbeda, kontrol bola akan lebih mudah, dan Inter punya kualitas untuk memperbaiki situasi. Mereka masih bisa membalikkan keadaan,” tambahnya optimistis.
Baca Juga:AC Milan Kantongi Rp1,5 Triliun dari Penjualan 7 Pemain: Patahkan Rekor Pendapatan Tahun 2001Media Italia: AC Milan Rayu Modric Perpanjang Kontrak 1 Tahun Lagi
Di bagian akhir analisisnya, Capello juga menyinggung polemik panas pasca laga Inter kontra Juventus yang ramai diperbincangkan media Italia.
Ia menyoroti fakta bahwa Inter dan Juventus—dua tim yang sedang menjadi pusat perhatian—kebobolan total delapan gol di leg pertama play-off.
“Dua tim yang menjadi pusat kekacauan media, Inter dan Juventus, bersama-sama kebobolan delapan gol. Itu bukan angka kecil,” sindir Capello.
