RADARTASIK.ID – Kabar buruk menghantam Inter Milan di momen krusial akhir musim.
Sang kapten, Lautaro Martinez, terancam menepi cukup lama setelah mengalami cedera otot saat tampil di ajang Liga Champions.
Penyerang asal Argentina itu mengalami masalah pada betis kiri ketika Inter bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama babak play-off Liga Champions UEFA di Norwegia.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Tak Puas dengan Kinerja Wasit di Serie AAndrea Longoni Coret AC Milan dari Persaingan Scudetto: Mereka Tak Punya Kemampuan Mengejar Inter
Lautaro terlihat menahan sakit sebelum akhirnya ditarik keluar sekitar menit ke-60 dan digantikan oleh Marcus Thuram.
Cedera ini langsung memicu kekhawatiran besar di kubu Nerazzurri, termasuk pelatih Cristian Chivu.
Pasalnya, fase musim saat ini sangat menentukan dalam perburuan gelar domestik maupun kiprah di Eropa.
Lautaro dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis lanjutan dengan alat diagnostik pada Jumat, 20 Februari, guna mengetahui tingkat keparahan cedera serta estimasi waktu pemulihan.
Dugaan awal menyebutkan adanya cedera otot betis yang berpotensi membuatnya absen sekitar satu bulan.
Jika hasil tes mengonfirmasi cedera tersebut, Inter harus bersiap kehilangan mesin gol utamanya dalam periode yang sangat padat.
Risiko terburuknya, Lautaro bisa melewatkan tujuh hingga sembilan pertandingan penting di berbagai kompetisi.
Baca Juga:AC Milan Kantongi Rp1,5 Triliun dari Penjualan 7 Pemain: Patahkan Rekor Pendapatan Tahun 2001Media Italia: AC Milan Rayu Modric Perpanjang Kontrak 1 Tahun Lagi
Di Serie A, ia terancam absen saat Inter menghadapi US Lecce (21 Februari), Genoa CFC (28 Februari), laga derbi kontra AC Milan pada pekan ke-28 (8 Maret), serta duel berat melawan Atalanta BC (15 Maret) dan ACF Fiorentina (22 Maret).
Di kancah Eropa, Inter juga akan menjalani leg kedua play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt di San Siro pada 24 Februari.
Jika lolos ke babak 16 besar, dua pertandingan tambahan dijadwalkan pada 10-11 Maret (leg pertama) dan 17-18 Maret (leg kedua).
Artinya, Lautaro berpotensi melewatkan momen-momen krusial yang bisa menentukan nasib Inter di kompetisi elite tersebut.
Belum lagi partai leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Como 1907 pada 3 Maret yang juga masuk dalam daftar pertandingan yang mungkin terlewat.
Absennya Lautaro jelas menjadi pukulan telak. Musim ini, kontribusinya tak hanya sebatas gol, tetapi juga kepemimpinan dan daya juang di lini depan.
Tanpa dirinya, beban mencetak gol otomatis bertumpu pada Thuram dan opsi penyerang lain yang tersedia di skuad.
