Analisis mencakup waktu puncak pembuangan sampah, wilayah dengan volume tertinggi, serta kebiasaan warga dalam membuang sampah.
“Dari data itu, pemerintah bisa menyusun kebijakan berbasis bukti. Misalnya menentukan wilayah prioritas, menambah kapasitas TPS, atau membuat program edukasi yang lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Sistem Smart Trash juga dilengkapi dengan aplikasi berbasis website sebagai Command Center.
Baca Juga:Plat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui LalaiTak Pulang Sejak Siang, Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Kolam Kota Tasikmalaya
Melalui platform tersebut, pengelola kebersihan dapat memantau seluruh TPS secara digital, lengkap dengan riwayat pengangkutan yang tercatat otomatis.
Nyataku menyebut transparansi menjadi salah satu keunggulan sistem ini karena seluruh aktivitas pengangkutan terekam secara sistematis.
“Tidak ada lagi TPS yang terlewat atau laporan fiktif. Semua tercatat, mulai dari kapan TPS penuh hingga kapan armada datang,” katanya.
Ia menegaskan, riset ini merupakan kontribusi kampus dalam mendukung transformasi Kota Tasikmalaya menuju konsep smart city.
“Teknologi seperti AI dan IoT bukan hanya untuk industri besar, tapi bisa diterapkan untuk masalah sehari-hari seperti sampah. Harapannya, Kota Tasikmalaya bisa menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Nyataku Ibnu Rosada. (rls/rezza rizaldi)
