Riset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota Tasikmalaya

riset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Kota Tasikmalaya
Kelompok Riset Smart Trash Program Studi Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti yang mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis AI dan IoT untuk memantau kondisi TPS secara real-time. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah di Kota Tasikmalaya kini mendapat solusi berbasis teknologi.

Kelompok Riset Smart Trash Program Studi Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) secara real-time.

Anggota Kelompok Riset Smart Trash, Nyataku Ibnu Rosada, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk mengubah pola pengelolaan sampah yang selama ini masih bergantung pada pemantauan manual.

Baca Juga:Plat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui LalaiTak Pulang Sejak Siang, Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Kolam Kota Tasikmalaya

“Kami ingin mengubah sistem yang pasif menjadi proaktif. Dengan teknologi, kondisi TPS bisa dipantau setiap saat tanpa harus menunggu laporan warga atau pengecekan langsung petugas,” ujarnya, Kamis (19/2/2026) dalam siaran persnya.

Menurut Nyataku, sistem Smart Trash Terintegrasi memanfaatkan perangkat mikrokontroler seperti ESP32, ESPCam, dan NodeMCU yang dipasang di titik-titik strategis TPS.

Perangkat tersebut berfungsi mengirimkan data volume sampah, waktu pengambilan data, serta citra visual ke server pusat secara langsung.

Data tersebut kemudian diproses menggunakan AI berbasis computer vision.

Kamera yang terpasang tidak hanya merekam, tetapi juga menganalisis kondisi TPS melalui teknologi object detection.

“AI bertindak sebagai mata cerdas. Sistem akan mengklasifikasikan TPS dalam kondisi kosong, terisi sebagian, atau penuh. Semua dilakukan otomatis tanpa campur tangan manusia, sehingga mengurangi kesalahan laporan,” jelasnya.

Hasil analisis ditampilkan dalam bentuk persentase keterisian TPS yang lebih akurat dibandingkan perkiraan visual petugas.

Informasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pengangkutan sampah.

Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan Global Positioning System (GPS) pada armada pengangkut.

Baca Juga:84,14 Persen dan Jeruk yang Makan Jeruk Ala Pemerintah Kota Tasikmalaya!BPKAD Kota Tasikmalaya Bantah Pilih-Pilih Pencairan Pekerja, Sebut Sesuai Arahan Pimpinan!

Dengan begitu, rute pengambilan sampah dapat diatur berdasarkan prioritas TPS yang sudah mencapai kapasitas maksimum.

“Truk tidak lagi berputar pada rute tetap yang kadang melewati TPS kosong. Armada langsung diarahkan ke titik yang benar-benar membutuhkan penanganan,” kata Nyataku.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut dinilai mampu menghemat waktu operasional, bahan bakar, serta biaya perawatan kendaraan.

Dalam jangka panjang, data yang terkumpul akan diolah menggunakan metode Data Science untuk membaca pola produksi sampah masyarakat.

0 Komentar