Nada serupa terpantul dari Allano. Ia merasakan betapa dukungan suporter di JIS hadir tanpa sekat.
Kedekatan antara lapangan dan tribun membuat energi itu seperti menjelma napas tambahan bagi para pemain.
Baginya, sorak yang penuh dari stadion yang sesak oleh warna oranye mampu menjadi dorongan yang tak tergantikan.
Baca Juga:Cara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan Menjelang Lawan Persijap JeparaMencetak Gol, Andrew Jung Tetap Merasa Kecewa dengan Nasib Persib Bandung di ACL Two
Karena itu, ia mengisyaratkan pentingnya laga melawan PSM sebagai bagian dari perjalanan musim yang tak ringan.
Kehadiran penuh The Jakmania dinilai dapat memberi suntikan semangat yang nyata.
Stadion yang padat, menurutnya, selalu menjadi bahan bakar yang mempertebal keyakinan tim di atas lapangan.
Maka Jumat nanti, JIS tak hanya menjadi arena pertandingan. Ia akan menjadi panggung pertemuan antara tim dan pendukungnya—antara peluh pemain dan nyala kesetiaan.
Di sanalah Persija berharap menuliskan satu bab kecil lagi tentang rumah, tentang kebersamaan, dan tentang keyakinan bahwa di hadapan publiknya sendiri, harapan selalu menemukan alasan untuk tetap hidup.
