Lini tengah dipercayakan kepada Frans Putros, Thom Haye, Rosembergne “Berguinho” Da Silva, serta Adam Alis—mereka yang bertugas menenun serangan bagi duet Jung dan Barros di muka.
Pada menit keenam, stadion sempat meledak oleh sundulan Berguinho yang menyambut umpan Matricardi.
Namun kegembiraan itu seketika dibekukan oleh bendera hakim garis; posisi offside membuat gol dianulir. Harapan belum mati, hanya ditunda.
Baca Juga:Bersiaplah! Kini Persib Fokus ke Super League Usai Terhenti di ACL Two, Ini Kata Bojan HodakHarga Tiket Persib vs Madura United Sangat Terjangkau, Bobotoh Bisa Penuhi Stadion GBLA
Menit ke-23, Berguinho kembali mencoba peruntungan lewat sepakan kaki kiri dari depan kotak penalti.
Bola meluncur deras, tetapi kiper Kampon Phatomakkakul masih sigap menangkapnya.
Laga pun berjalan dalam tensi yang meninggi. Wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al Shamrani, mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Adam Alis setelah pelanggaran terhadap Guilherme Ferreira Pinto.
Tak lama berselang, Gleyson de Oliveira dari kubu lawan menerima hukuman serupa karena menarik Thom Haye.
Serangan demi serangan dilancarkan. Adam Alis sempat menyambar umpan silang Thom Haye, tetapi kembali Kampon menjadi penghalang.
Andrew Jung pun sempat mencetak gol dari dalam kotak penalti, namun wasit lebih dulu meniup peluit tanda pelanggaran.
Stadion berdesir cemas, sebelum akhirnya teknologi VAR memberi jawaban berbeda.
Setelah peninjauan, gol Jung pada menit ke-39 disahkan. Skor berubah menjadi 1-0, agregat menipis menjadi 1-3, dan harapan kembali berdenyut.
Menjelang turun minum, Thom Haye melepaskan tembakan terukur yang ditepis Kampon.
Baca Juga:Lokasi Nobar Persib vs Ratchaburi FC di Bandung yang Seru dan Nyaman, Ini Harga Tiketnya Persib vs Ratchaburi FC dengan Tekad Federico Barba Sekeras Baja: Kami Kuat di Kandang!
Berguinho pun hampir menambah keunggulan lewat sundulan, tetapi belum menemukan sasaran akhir.
Lalu, di ambang jeda, datang pukulan yang mengubah arah cerita.
Uilliam Barros diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain Ratchaburi.
Persib harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh orang.
Di situlah, barangkali, malam itu menemukan garis nasibnya. Persib telah berjuang, telah mencetak gol, telah menyalakan harapan.
Namun dalam sepak bola, sebagaimana hidup, satu kekurangan di awal perjalanan dapat menjelma beban yang terlalu berat untuk ditebus di penghujungnya.
