“Saya rasa ada pelanggaran. Kalau tidak salah, Saelemaekers sedang melakukan lemparan ke dalam dan disentuh oleh seseorang di bangku cadangan, saya kira Fabregas,” ujarnya.
Permintaan maaf Fabregas di televisi ternyata tak sepenuhnya meredakan kekesalan Allegri.
“Dia minta maaf? Baik, jadi lain kali kalau ada yang berdiri di garis, saya akan melakukan sliding tackle dan ikut masuk juga,” ucapnya.
Baca Juga:Beppe Marotta Pastikan Akan Bawa Pulang Anak Dejan Stankovic ke InterLegenda Inter Heran Sommer Tak Bisa Tepis Tembakan Jens Petter Hauge: Tangannya Terlalu ke Bawah
“Saya ke sana untuk membela Saelemaekers. Pemain itu bereaksi dan kemudian ada seseorang dari Como mendekati saya. Saya tidak tahu siapa dia, tapi tidak terjadi apa-apa,” tambahnya.
Meski sempat memanas, Allegri mencoba meredam situasi dalam konferensi pers resmi.
“Di lapangan, kita harus menghormati wasit dan lawan. Terjadi adu argumen antar pelatih, tapi yang terpenting adalah hasil,” katanya.
Ia bahkan menutup dengan nada lebih diplomatis saat ditanya pandangannya tentang Fabregas.
“Saya tidak perlu berpikir apa pun. Dia pelatih yang sangat muda. Saya berharap dia memenangkan banyak pertandingan dalam kariernya karena dia punya semua kualitas untuk itu,” pungkasnya.
Keributan ini menambah warna dalam rivalitas Milan dan Como musim ini.
Namun yang jelas, insiden terhadap Saelemaekers hanyalah percikan kecil dari bara yang sudah lama menyala di antara dua pelatih dengan karakter kuat tersebut.
