RADARTASIK.ID – Keributan panas antara pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, dan juru taktik Como 1907, Cesc Fabregas, ternyata bukan sekadar imbas insiden di menit-menit akhir pertandingan.
Media Italia mengungkap, pelanggaran terhadap Alexis Saelemaekers hanyalah pemicu dari ketegangan yang sudah lama terpendam.
Laga yang berlangsung di San Siro itu memang berjalan sengit hingga menit ke-80, ketika Allegri diganjar kartu merah oleh wasit Maurizio Mariani.
Baca Juga:Beppe Marotta Pastikan Akan Bawa Pulang Anak Dejan Stankovic ke InterLegenda Inter Heran Sommer Tak Bisa Tepis Tembakan Jens Petter Hauge: Tangannya Terlalu ke Bawah
Ia dinilai bereaksi terlalu keras terhadap tindakan yang dianggap tidak sportif dari kubu Como, khususnya Fabregas di area bangku cadangan.
Namun drama sesungguhnya justru terjadi setelah pertandingan usai.
Menurut laporan sejumlah media Italia, termasuk Calciomercato dan MilanNews.it, Fabregas baru saja menyelesaikan konferensi pers ketika berpapasan dengan Allegri di lorong stadion.
Tanpa banyak basa-basi, keduanya langsung terlibat adu mulut sengit.
Kata-kata keras dan umpatan terdengar jelas. Dalam momen panas itu, Allegri bahkan melontarkan kalimat pedas kepada Fabregas: “Kamu masih anak-anak yang baru mulai melatih kemarin.”
Ketegangan tersebut menjadi “babak ketiga” dari pertandingan yang memang sudah berlangsung dalam atmosfer tinggi.
Meski tidak terjadi kontak fisik, suasana sempat memanas sebelum akhirnya diredam oleh staf masing-masing tim.
Akar Masalah dari Leg Pertama
Media Italia menyebut, konflik ini sebenarnya berakar dari pertemuan sebelumnya. Pada leg pertama, Allegri disebut tidak menyukai beberapa sikap Fabregas di pinggir lapangan.
Mulai dari protes berlebihan kepada wasit hingga komentar tajam seusai pertandingan. Saat itu, Fabregas sempat menyinggung statistik penguasaan bola Milan dengan nada menyindir.
Baca Juga:Diancam Allegri, Fabregas Minta Maaf: Karena Emosi, Saya Menyentuh BolaLegenda AC Milan Tak Kaget Inter Dikalahkan Bodo/Glimt: City dan Atletico Juga Tumbang di Sana
“Ketika Anda membuat 700 operan dan Milan hanya 200, itu tidak normal. Siapa pun yang mencintai sepak bola tahu itu. Tapi hasilnya 1-3 untuk Milan. Kalian memang menyukai ‘hasil’. Delapan dari sepuluh kali, kami menang,” ujar Fabregas kala itu.
Komentar tersebut rupanya belum sepenuhnya “diterima” Allegri.
Maka ketika insiden sentuhan terhadap Saelemaekers terjadi di tepi lapangan, emosi yang sudah mengendap akhirnya meledak.
Usai laga, Allegri menjelaskan insiden kartu merahnya dalam wawancara dengan DAZN.
