Kritik terhadap Sommer bukan kali pertama muncul musim ini. Sebagai penjaga gawang utama, ia kerap berada di bawah tekanan tinggi setiap kali Inter gagal meraih hasil maksimal.
Namun, dalam laga sepenting playoff Liga Champions, detail kecil seperti posisi tangan dan kesiapan refleks bisa menentukan nasib tim.
Kini, Inter harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua di San Siro. Selain memperbaiki koordinasi lini belakang, performa Sommer juga akan menjadi perhatian utama.
Baca Juga:Diancam Allegri, Fabregas Minta Maaf: Karena Emosi, Saya Menyentuh BolaLegenda AC Milan Tak Kaget Inter Dikalahkan Bodo/Glimt: City dan Atletico Juga Tumbang di Sana
Sebab, satu momen krusial bisa menjadi pembeda antara kebangkitan dramatis atau tersingkir lebih cepat dari kompetisi elite Eropa.
Bagi Inter, malam dingin di Norwegia bukan hanya soal kekalahan 1-3, tetapi juga pelajaran mahal tentang konsentrasi, detail teknis, dan kesiapan menghadapi tekanan di panggung terbesar Eropa.
