RADARTASIK.ID – Kekalahan 1-3 yang dialami Inter Milan di markas FK Bodø/Glimt pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA menyisakan banyak catatan.
Selain performa tim yang dinilai menurun di babak kedua, sorotan tajam juga mengarah kepada kiper Yann Sommer.Gol kedua tuan rumah yang dicetak Jens Petter Hauge pada menit ke-61 dianggap menjadi titik balik pertandingan.
Tembakan kaki kanan Hauge dari luar kotak penalti meluncur deras, naik, lalu bersarang di bawah mistar pada tiang dekat.
Baca Juga:Diancam Allegri, Fabregas Minta Maaf: Karena Emosi, Saya Menyentuh BolaLegenda AC Milan Tak Kaget Inter Dikalahkan Bodo/Glimt: City dan Atletico Juga Tumbang di Sana
Bola memang melaju cepat, tetapi banyak pihak menilai peluang penyelamatan tetap terbuka.
Sorotan itu salah satunya datang dari legenda Inter, Julio Cesar, yang memberikan analisisnya di siaran Amazon Prime Video.
Mantan kiper asal Brasil tersebut menilai posisi tangan Sommer terlalu rendah saat mencoba mengantisipasi tembakan.
Gol Hauge berawal dari kesalahan Inter dalam membangun serangan dari lini belakang.
Brunstad Fet berhasil merebut bola dan mengalirkannya kepada Hogh di tepi kotak penalti.
Sang penyerang lalu melebar dan memberikan ruang bagi Hauge untuk melepaskan tembakan terukur.
Sepakan tersebut memang indah dan presisi. Namun, dari tayangan ulang terlihat tangan Sommer berada dalam posisi agak turun, sehingga reaksi untuk menepis bola menjadi terlambat.
Baca Juga:Emiliano Viviano Tuding Wasit Banyak Rugikan Juventus: Kita Bicara Tentang Liga MarottaDapat Dana Segar dari Penjualan Pobega, AC Milan Incar Striker Dortmund
Gol itu membuat Inter goyah, dan hanya tiga menit kemudian mereka kembali kebobolan untuk skor 3-1.
Kondisi tersebut praktis memukul mental pasukan Cristian Chivu yang sebelumnya masih mampu menjaga keseimbangan permainan.
Dalam analisanya, Julio Cesar berbicara lugas namun tetap elegan dantidak menyebutnya sebagai kesalahan fatal, tetapi menilai penyelamatan sebenarnya mungkin dilakukan.
“Dia menempatkan tangannya terlalu ke bawah untuk melakukan penyelamatan. Itu gol yang bagus, bola melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi bisa saja dilakukan sedikit lebih baik,” ujar Julio Cesar.
“Itu bukan kesalahan mutlak, mungkin momen keajaiban bisa terjadi, tetapi posisi tangannya terlalu rendah. Jika tangannya lebih tinggi, penyelamatan itu bisa saja dilakukan,” tambahnya.
Komentar tersebut bahkan dianggap sangat halus oleh dua mantan pemain yang turut hadir dalam siaran, yakni Luca Toni dan Claudio Marchisio, yang menyebut Julio Cesar sudah menyampaikannya dengan cara paling lembut.
