RADARTASIK.ID – Kekalahan menyakitkan dialami Inter Milan saat bertandang ke markas FK Bodø/Glimt pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA.
Bermain di Norwegia, Nerazzurri tumbang 1-3 dalam laga yang berlangsung di tengah suhu dingin ekstrem dan lapangan sintetis yang tak bersahabat.
Tim asuhan Cristian Chivu tak pernah benar-benar masuk ke dalam ritme permainan.
Baca Juga:Emiliano Viviano Tuding Wasit Banyak Rugikan Juventus: Kita Bicara Tentang Liga MarottaDapat Dana Segar dari Penjualan Pobega, AC Milan Incar Striker Dortmund
Sejak awal, tuan rumah tampil lebih agresif dan percaya diri. Gol pembuka lahir pada menit ke-20 lewat aksi Fet yang memaksimalkan skema serangan cepat dari bawah.
Kiper Inter, Yann Sommer, dinilai kurang reaktif dalam mengantisipasi tembakan tersebut.
Inter sempat membalas pada menit ke-30 melalui Francesco Pio Esposito.
Namun, gol tersebut menuai kontroversi karena diduga diawali sentuhan tangan yang luput dari pantauan wasit dan VAR.
Skor 1-1 menutup babak pertama, memberi secercah harapan bagi wakil Italia.
Memasuki paruh kedua, situasi justru memburuk bagi Inter. Chivu lebih dulu dipusingkan oleh cedera ringan betis yang dialami kapten tim, Lautaro Martinez.
Kehilangan sang bomber memengaruhi daya gedor tim tamu.
Petaka berikutnya datang pada menit ke-61. Mantan pemain AC Milan, Jens Petter Hauge, melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut atas gawang Inter.
Tiga menit berselang, Hogh memperbesar keunggulan menjadi 3-1 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter yang terpaku saat Blomberg menusuk dari sisi sayap.
Baca Juga:Juventus Terpuruk di Istanbul, Spalletti Diminta Contek Ilmu AllegriFabregas: Bermain Bagus Lawan AC Milan Tak Menjamin Kemenangan
Dalam rentang waktu singkat, pertandingan praktis lepas dari kendali Nerazzurri. Dua gol cepat itu menjadi pukulan telak yang mematahkan semangat Inter di sisa laga.
Secara matematis, peluang Inter belum tertutup. Leg kedua akan digelar di San Siro pada Rabu, 25 Maret mendatang.
Namun, defisit dua gol jelas bukan perkara mudah. Kemenangan 2-0 akan memaksa laga ke perpanjangan waktu, sementara selisih tiga gol dibutuhkan untuk lolos langsung ke babak 16 besar.
Melihat performa Bodø/Glimt yang disiplin dan eksplosif, Inter wajib tampil jauh lebih solid jika tak ingin tersingkir lebih cepat dari kompetisi elite Eropa.
