TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Klaim tingkat kepuasan publik sebesar 84,14 persen atas kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya setahun ini menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi.
Dosen Politik Kartel dan Otonomi Daerah sekaligus Sekretaris Jurusan Ilmu Politik Universitas Siliwangi, M Ali Andreas, mempertanyakan transparansi dan metodologi Elektronik Survei Kepuasan Masyarakat (E-SKM) yang dirilis Wali Kota Tasikmalaya.
Ia menilai, survei yang diumumkan ke publik seharusnya bisa diuji layaknya seminar hasil skripsi.
Baca Juga:Siswa MAN 1 Tasikmalaya Sabet Medali Perunggu di Olimpiade Fisika Nasional 2026Wali Kota Tasikmalaya Sebut 84,14 Persen Masyarakat Puas soal Pelayanannya!
“Ini survei pakai metode apa? Variabelnya apa? Disurvei ke berapa orang dari total penduduk? Dishare ke mana? Jangan cuma narasi, tapi harus bisa dipresentasikan secara terbuka,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ali mengingatkan, klaim kepuasan publik sangat mudah dibentuk bila pertanyaannya diarahkan sejak awal.
“Mahasiswa saya juga bisa pakai Google Form. Pertanyaannya gampang. Tinggal diarahkan supaya hasilnya positif. Kalau mau transparan, tunjukkan daftar pertanyaan dan siapa saja respondennya,” sindirnya.
Ia bahkan memberi ilustrasi ekstrem untuk menggambarkan bagaimana survei bisa menggiring opini.
“Saya juga bisa bikin narasi 98 persen mahasiswi sudah tidak perawan. Caranya? Bagi survei di tempat persalinan atau klinik. Hasilnya pasti sesuai narasi. Tapi apakah itu ilmiah? Apakah bisa dipertanggungjawabkan?” katanya.
Menurutnya, klaim kepuasan sebesar 84,14 persen tidak bisa dilepaskan dari definisi kepemimpinan itu sendiri.
“Kepemimpinan itu banyak jenisnya. Otoriter kah? Humanis kah? Membahagiakan atau menyejahterakan manusia kah? Harus jelas variabelnya. Kalau cuma narasi, tanpa survei pun bisa dibuat,” tegasnya.
Baca Juga:Satu Tahun Kerja Versi Wali Kota Tasikmalaya yang Diunggah!Setelah Batukaras, Jalan Scooter Tasikmalaya Club (STC) Tidak Pernah Lurus!
Sebelumnya diberitakan, setahun kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra dirayakan dengan rilis E-SKM sebesar 84,14 persen tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan organisasi perangkat daerah (OPD).
Survei dilakukan secara digital oleh Bagian Organisasi Pemkot Tasikmalaya, dilengkapi kuesioner manual bagi warga yang belum terbiasa dengan teknologi.
Viman menyebut angka tersebut sebagai cermin awal dari program prioritas yang mulai dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah kita bergerak dan berdampak. Walaupun waktu singkat dan banyak dinamika, ada program yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
