Harga Sembako Meroket, Warga Kota Tasikmalaya Desak Operasi Pasar: Jangan Cuma Janji

kenaikan harga sembako jelang Ramadan di Kota Tasikmalaya
Suasana transaksi pembeli dan pedagang di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Menjelang bulan suci Ramadan, grafik harga kebutuhan pokok di Kota Tasikmalaya justru ikut berpuasa yaitu naik tanpa izin.

Minyak goreng, beras, telur, cabai, bawang merah hingga tepung kompak menanjak, membuat dapur warga semakin panas sebelum kompor dinyalakan.

Pantauan di Pasar Cikurubuk menunjukkan hampir semua komoditas strategis bergerak ke arah yang sama: naik. Data tersebut disampaikan Kepala UPTD Pasar Resik 1, Deri Herlisana.

Baca Juga:Ditinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap TerkunciRiset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota Tasikmalaya

Untuk cabai, harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp45.000–Rp46.000 per kilogram.

Cabai merah besar dijual Rp50.000–Rp55.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah (domba) menembus Rp85.000–Rp90.000 per kilogram.

Harga daging ayam broiler tercatat Rp45.000 per kilogram. Daging sapi lokal paha depan dan belakang berada di rentang Rp135.000–Rp140.000 per kilogram, sedangkan has luar mencapai Rp150.000 per kilogram.

Udang basah ukuran sedang dijual Rp95.000–Rp100.000 per kilogram. Tomat sayur masih bertahan di angka Rp10.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini bukan hanya dirasakan ibu rumah tangga, tetapi juga pedagang kecil dan buruh harian yang mengandalkan penghasilan pas-pasan untuk belanja dapur.

Selisih Rp2.000–Rp3.000 per komoditas terasa seperti selisih antara lauk dan sekadar nasi.

Seorang pedagang, Ica, mengungkapkan kondisi tersebut dengan nada pasrah.

“Beras naik, dari Rp13.000 jadi Rp13.500. Telur sudah nyampe Rp32.000 per kilo. Minyak juga naik,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, isu kenaikan PPN turut memengaruhi harga barang lain.

Baca Juga:Plat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui LalaiTak Pulang Sejak Siang, Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Kolam Kota Tasikmalaya

“Terus karena ada isu PPN naik, produk lain juga ikut naik. Kayak mi, rokok juga naik,” tambahnya.

Di tengah situasi ini, warga mencoba menyiasati dengan berbagai cara: memasak lebih hemat, mengganti bahan dengan yang lebih murah, hingga mengurangi porsi belanja.

Pedagang makanan jadi pun berada di posisi serba salah—harga bahan baku naik, sementara daya beli pembeli belum tentu ikut menyesuaikan.

Ramadan yang biasanya identik dengan peningkatan permintaan, kini justru menjadi alarm bagi stabilitas harga.

0 Komentar