Pernyataan itu memperlihatkan bahwa emosi masih terasa, meski sang pelatih mencoba meredam narasi agar situasi tidak semakin melebar.
Fabregas Akui Kesalahan
Di sisi lain, Fabregas menunjukkan sikap berbeda. Masih kepada DAZN, mantan gelandang timnas Spanyol itu secara terbuka meminta maaf.
“Pertama-tama izinkan saya meminta maaf. Hari ini saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, tindakan yang tidak sportif. Karena emosi, saya menyentuh bola,” kata Fabregas.
Baca Juga:Legenda AC Milan Tak Kaget Inter Dikalahkan Bodo/Glimt: City dan Atletico Juga Tumbang di SanaEmiliano Viviano Tuding Wasit Banyak Rugikan Juventus: Kita Bicara Tentang Liga Marotta
Tangan seharusnya di rumah, seperti yang dikatakan Chivu beberapa hari lalu. Terutama sebagai pelatih, kami tidak boleh melakukan itu. Saya harap tidak akan pernah mengulanginya lagi,” janjinya.
Pernyataan tersebut merujuk pada komentar Cristian Chivu sebelumnya tentang pentingnya sikap profesional di tepi lapangan.
Meski sempat memanas, laporan dari internal kedua tim menyebut situasi akhirnya kembali kondusif. Tidak ada insiden lanjutan setelah pertengkaran verbal tersebut.
Hasil imbang 1-1 sendiri membuat kedua tim harus puas berbagi poin. Namun, yang paling diingat dari laga ini justru bukan gol atau taktik di lapangan, melainkan ketegangan dua pelatih di lorong San Siro.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa tekanan kompetisi bisa memicu emosi siapa pun, bahkan sosok berpengalaman seperti Allegri maupun mantan pemain kelas dunia seperti Fabregas.
Kini, sorotan akan tertuju pada bagaimana keduanya menjaga profesionalisme di laga-laga berikutnya.
