Diancam Allegri, Fabregas Minta Maaf: Karena Emosi, Saya Menyentuh Bola

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

RADARTASIK.ID –Ketegangan laga antara AC Milan dan Como 1907 rupanya belum benar-benar usai meski peluit panjang sudah dibunyikan wasit Maurizio Mariani.

Duel yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, menyisakan bara panas yang justru membesar di lorong stadion.

Sorotan tertuju pada dua pelatih: Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas. Keduanya terlibat adu mulut sengit sebelum memasuki ruang konferensi pers.

Baca Juga:Legenda AC Milan Tak Kaget Inter Dikalahkan Bodo/Glimt: City dan Atletico Juga Tumbang di SanaEmiliano Viviano Tuding Wasit Banyak Rugikan Juventus: Kita Bicara Tentang Liga Marotta

Insiden itu menjadi lanjutan dari ketegangan yang sudah lebih dulu terjadi di atas lapangan.

Keributan bermula saat Fabregas, pelatih Como asal Spanyol, keluar dari ruang konferensi pers stadion.

Di lorong yang sama, ia berpapasan dengan Allegri, juru taktik Milan asal Livorno. Pertemuan tak sengaja itu justru memicu perdebatan panas.

Sumber di Italia menyebut, kedua pelatih saling melontarkan kata-kata keras terkait insiden di lapangan yang melibatkan Fabregas dan pemain Milan, Alexis Saelemaekers.

Ketegangan sebelumnya bahkan membuat Allegri diganjar kartu merah oleh wasit.

Menurut laporan yang beredar, sebelum memasuki ruang media, suara pertengkaran terdengar cukup jelas.

Bahkan, terdapat kalimat bernada kasar yang dilontarkan Allegri kepada Fabregas.

Salah satu ucapan yang mencuat adalah: “Kamu anak kecil, kamu bodoh, kamu anak kecil yang baru mulai jadi pelatih.”

Ucapan tersebut sontak menyulut suasana. Meski demikian, beberapa staf dari kedua tim kemudian turun tangan untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas.

Baca Juga:Dapat Dana Segar dari Penjualan Pobega, AC Milan Incar Striker DortmundJuventus Terpuruk di Istanbul, Spalletti Diminta Contek Ilmu Allegri

Akar persoalan disebut-sebut berasal dari aksi Fabregas yang menyentuh bola di tepi lapangan saat pertandingan masih berlangsung.

Tindakan itu dianggap tidak sportif dan memancing reaksi keras dari kubu Milan. Allegri merasa perlu membela Saelemaekers yang terlibat dalam momen tersebut.

Dalam wawancara pascalaga bersama DAZN, Allegri menjelaskan versinya.

“Dia sudah minta maaf? Baiklah. Kalau begitu, lain kali kalau ada yang berdiri di garis, saya akan melakukan sliding dan masuk juga,” ancam Allegri.

“Saya ke sana untuk membela Saelemaekers. Pemain bereaksi dan saat itu ada seseorang dari Como yang mendekati saya, saya bahkan tidak tahu siapa dia. Tapi tidak terjadi apa-apa,” lanjutnya.

0 Komentar