Dapur di Kota Tasikmalaya Rawan Api, SPPG Indihiang Akui Refleks Tim Masih Lambat saat Simulasi Kebakaran

simulasi kebakaran dapur di Kota Tasikmalaya
Pegawai SPPG 2 Panyingkiran saat berlatih kesiapsiagaan kebakaran. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Kesiapsiagaan itu bukan cuma beli alat, tapi disiplin merawat dan menggunakannya,” ujar Aldi.

Simulasi juga mengungkap persoalan koordinasi. Respons tim pada fase awal kebakaran masih perlu dipercepat. Pemahaman penggunaan APAR harus diperkuat agar tidak terjadi kebingungan di detik-detik krusial.

Selain itu, pergerakan saat evakuasi dinilai belum sepenuhnya rapi. Potensi kepanikan masih ada jika kondisi nyata terjadi.

Baca Juga:Ditinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap TerkunciRiset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota Tasikmalaya

“Ini akan jadi fokus evaluasi dan perbaikan ke depan,” katanya.

Di tengah aktivitas dapur yang padat, simulasi kebakaran ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan bonus tambahan, melainkan fondasi pelayanan. Sebab di Kota Tasikmalaya, yang panas bukan hanya kompor, tapi juga risiko jika lengah satu detik saja. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar