Dapur di Kota Tasikmalaya Rawan Api, SPPG Indihiang Akui Refleks Tim Masih Lambat saat Simulasi Kebakaran

simulasi kebakaran dapur di Kota Tasikmalaya
Pegawai SPPG 2 Panyingkiran saat berlatih kesiapsiagaan kebakaran. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dapur bukan cuma tempat mengolah makanan, tapi juga gudang potensi bencana. Api, gas, dan listrik bercampur dalam ritme kerja cepat.

Kombinasi ini membuat SPPG Panyingkiran 2 Indihiang, Kota Tasikmalaya, menggelar simulasi penanganan kebakaran, Rabu (18/2/2026).

Bukan seremoni potong pita atau foto bareng, simulasi ini justru membuka fakta: kesiapsiagaan masih perlu diasah. Refleks tim dinilai belum cukup gesit saat api pertama kali “muncul” dalam skenario latihan.

Baca Juga:Ditinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap TerkunciRiset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota Tasikmalaya

Ketua SPPG Panyingkiran 2 Indihiang, Muhamad Aldi Rafsanjani, menyebut simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh tim benar-benar siap menghadapi kondisi darurat, bukan sekadar hafal teori.

“Aktivitas dapur cukup tinggi dan melibatkan api serta listrik. Jadi penting bagi semua anggota tim paham langkah penanganan darurat sejak awal, bukan saat panik baru buka buku panduan,” ujarnya.

Dapur operasional menjadi titik krusial. Percikan api, kebocoran gas, hingga korsleting listrik disebut sebagai ancaman yang bisa datang tanpa aba-aba. Karena itu, simulasi dirancang dengan pendekatan praktik langsung, bukan ceramah panjang.

Untuk memastikan prosedur sesuai standar, SPPG menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran. Petugas memberikan arahan teknis sekaligus mendampingi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Tak hanya ditonton, seluruh anggota tim diminta memegang dan mengoperasikan APAR secara langsung. Tujuannya sederhana: agar tangan lebih cepat bergerak daripada rasa ragu saat api sungguhan datang.

“Kesiapsiagaan bukan hanya urusan internal. Ini bagian dari sistem perlindungan yang lebih luas,” kata Aldi.

Simulasi kebakaran ini telah masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) keselamatan SPPG. Artinya, kegiatan serupa akan dilakukan rutin, bukan sekali lalu dilupakan.

Baca Juga:Plat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui LalaiTak Pulang Sejak Siang, Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Kolam Kota Tasikmalaya

“Ke depan, simulasi akan kami lakukan berkala supaya kesiapan tim tetap terjaga. Jangan sampai APAR cuma jadi pajangan dinding,” katanya, menyindir ringan.

Dari sisi fasilitas, APAR sudah tersedia di beberapa titik strategis. Jalur evakuasi dan titik kumpul juga telah ditetapkan sebagai bagian dari protokol keadaan darurat. Namun hasil simulasi menunjukkan masih ada celah pembenahan.

Manajemen mencatat perlunya penambahan tanda evakuasi yang lebih jelas serta pengecekan rutin kondisi alat pemadam. Ketersediaan alat tanpa perawatan dinilai sama saja dengan payung bocor saat hujan deras.

0 Komentar