Cara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan Menjelang Lawan Persijap Jepara

Cara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan
Cara Adaptif Pelatih Persebaya Menyiapkan Tim saat Ramadan Menjelang Lawan Persijap Jepara. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Langkah Persebaya Surabaya memasuki pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 serupa derap yang sempat terantuk batu di tikungan jalan.

Di tengah harapan yang mengembang dan keyakinan yang telah lama dipupuk, mereka justru tersandung oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Kekalahan 1-2 itu datang seperti angin yang memadamkan pelita, tiba-tiba dan meninggalkan sisa asap yang getir.

Baca Juga:Mencetak Gol, Andrew Jung Tetap Merasa Kecewa dengan Nasib Persib Bandung di ACL TwoBersiaplah! Kini Persib Fokus ke Super League Usai Terhenti di ACL Two, Ini Kata Bojan Hodak

Hasil tersebut seolah merobek tenunan indah yang selama ini mereka rajut: tiga belas pertandingan tanpa cela.

Catatan panjang itu bukan sekadar angka, melainkan jejak ketekunan dan kesabaran yang dibangun sedikit demi sedikit.

Namun, begitulah sepak bola—ia tak mengenal keabadian bagi satu pihak, dan selalu menyediakan ruang bagi kejutan.

Di tengah kekecewaan yang menggantung, Persebaya tak memilih berlama-lama menunduk.

Pandangan mereka segera diarahkan ke Jepara, tempat berikutnya yang harus ditaklukkan.

Laga tandang melawan Persijap menjadi babak baru yang menuntut keberanian.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai kekalahan itu tak seharusnya dipelihara sebagai luka, melainkan dipahat sebagai pengingat—bahwa setiap jatuh mesti melahirkan tenaga untuk bangkit.

Persiapan kali ini memiliki irama yang berbeda.

Ramadan hadir, membawa suasana yang bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang daya tahan jiwa dan raga.

Program latihan pun diselaraskan. Intensitas ditimbang, kondisi fisik diperhitungkan dengan saksama, terutama bagi para pemain yang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga:Harga Tiket Persib vs Madura United Sangat Terjangkau, Bobotoh Bisa Penuhi Stadion GBLALokasi Nobar Persib vs Ratchaburi FC di Bandung yang Seru dan Nyaman, Ini Harga Tiketnya 

“Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi,” ujarnya.

“Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Sang pelatih asal Portugal itu memandang penting menjaga kebugaran sekaligus mencegah cedera, sebab tubuh yang tak terisi asupan tentu tak bisa dipaksa bekerja melampaui batas.

Ia mengisyaratkan bahwa pengendalian latihan menjadi kunci agar keseimbangan tetap terjaga.

Dalam keyakinannya, konsistensi adalah harga mati. Ia berharap anak asuhnya mampu memelihara irama permainan sejak peluit awal hingga akhir, terlebih pada pertandingan pertama di bulan suci.

0 Komentar