Kekurangan itu kemudian menjelma beban yang terlampau berat untuk dipikul pada leg kedua.
Selepas peluit panjang berbunyi dan mimpi Asia harus disimpan Kembali. Bojan Hodak mengarahkan pandangan ke kompetisi domestik.
Jadwal padat telah menanti—dua pertandingan dalam delapan hari—dan ia menempatkan pemulihan serta konsentrasi sebagai prioritas utama.
Baca Juga:Harga Tiket Persib vs Madura United Sangat Terjangkau, Bobotoh Bisa Penuhi Stadion GBLALokasi Nobar Persib vs Ratchaburi FC di Bandung yang Seru dan Nyaman, Ini Harga TiketnyaÂ
Bojan menyiratkan keyakinan bahwa apabila timnya mampu bermain seperti pada babak pertama malam itu, hasil baik di liga bukanlah sesuatu yang mustahil.
“Sekarang kami fokus di liga. Jika kami bermain seperti di babak pertama tadi, saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang baik,” ujar Bojan Hodak.
Manajemen Persib Akan Kirim Surat Protes Soal Wasit Majed Mohammed Alshamrani
Di luar soal taktik dan kebugaran, ada perkara lain yang menyisakan bara.
Manajemen Persib memastikan akan melayangkan surat protes kepada AFC terkait kepemimpinan wasit Majed Mohammed Alshamrani.
Sejumlah keputusan dinilai merugikan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari cerita tersingkirnya Maung Bandung dari panggung Asia.
Bojan Hodak menegaskan bahwa surat protes itu akan tetap dikirimkan.
Baginya, meski hasil akhir tak dapat diubah, kualitas kepemimpinan pertandingan di level Asia adalah perkara yang tak bisa dibiarkan berlalu tanpa catatan.
Baca Juga:Persib vs Ratchaburi FC dengan Tekad Federico Barba Sekeras Baja: Kami Kuat di Kandang!Berkah, Persib Dapat Dukungan Doa Santri Menjelang Laga Melawan Ratchaburi FC di ACL TwoÂ
Dalam pertandingan tersebut, striker Persib, Uilliam Barros, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah di penghujung babak pertama akibat tekel keras terhadap Jonathan Khemdee.
Seusai laga, Bojan Hodak menyiratkan bahwa persoalan tidak berhenti pada kartu merah semata.
Ia menggambarkan adanya daftar panjang hal yang perlu dibahas, bukan hanya satu keputusan yang mencolok mata.
“Mengenai kartu merah, saya tidak bisa bicara apa pun, tetapi ada daftar panjang hal (yang) perlu dibahas, bukan hanya kartu merah,” ujar Bojan Hodak usai laga pada Rabu 18 Februari 2026 malam.
Di balik pernyataan itu, tersimpan nada getir yang tak sepenuhnya bisa disembunyikan: bahwa perjuangan kadang tak hanya ditentukan oleh kaki dan taktik, tetapi juga oleh keputusan-keputusan yang lahir dari peluit di tengah lapangan.
