Direktur olahraga Igli Tare sebelumnya menyebut kondisi Leao membaik dalam 10 hari terakhir. Namun kenyataannya, sang pemain masih sangat terpengaruh masalah fisik.
Meski demikian, Leao tetap mampu mencetak delapan gol musim ini—jumlah yang sama seperti musim lalu, tetapi kali ini dicapai dengan menit bermain yang jauh lebih terbatas dan sering dalam kondisi setengah fit.
“Menyalahkan Leao adalah latihan yang keliru,” tegas Longoni.
Dengan peluang scudetto yang dinilai sudah tertutup, Longoni menyarankan Milan mengalihkan fokus sepenuhnya pada pengamanan tiket Liga Champions musim depan.
Baca Juga:AC Milan Kantongi Rp1,5 Triliun dari Penjualan 7 Pemain: Patahkan Rekor Pendapatan Tahun 2001Media Italia: AC Milan Rayu Modric Perpanjang Kontrak 1 Tahun Lagi
Keunggulan poin atas Juventus FC yang berada di posisi kelima disebut cukup signifikan.
Mengamankan posisi empat besar akan menjadi pencapaian penting, terutama mengingat Milan hampir tak pernah bisa memainkan Leao dan Pulisic dalam kondisi terbaik secara bersamaan.
Longoni menilai musim ini bisa menjadi fase pembangunan fondasi. Dengan stabilitas finansial dan tambahan sumber daya musim depan, Milan baru benar-benar bisa kembali membidik scudetto secara serius.
Untuk saat ini, menurutnya, realitas harus diterima: Inter terlalu kuat dan terlalu konsisten untuk dikejar.
