Skema tanggung jawab pun mulai terlihat: Pemkot Tasikmalaya mengurus lahan, lingkungan, dan fasilitas pendukung, sementara pembangunan jalan menjadi tugas provinsi. Jika perlu, komunikasi akan diperluas hingga pemerintah pusat agar proyek ini tak terus menjadi wacana musiman.
“Iya, mudah-mudahan sih itu,” pungkas Viman.
Untuk sementara, siswa SMAN 11 Kota Tasikmalaya masih harus bersabar. Jalan menuju sekolah belum sepenuhnya terbuka, sementara janji solusi sudah mulai dipetakan.
Tinggal menunggu, apakah jembatan koordinasi itu benar-benar berubah menjadi jalan aspal, atau sekadar jadi cerita rapat demi rapat. (ayu sabrina barokah)
