Akses SMAN 11 Kota Tasikmalaya Masih Jalan di Tempat, Wali Kota Janji Jadi Makelar ke Provinsi

akses jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya belum memadai
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, saat diwawancara di lobby Bale Kota. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Nasib akses menuju SMA Negeri 11 Tasikmalaya masih seperti teka-teki tanpa petunjuk. Sekolah yang berdiri di Jalan Gunung Cihcir, Rancsengang, Kecamatan Bungursari itu hingga kini belum memiliki jalan umum yang layak.

Siswa dan guru harus bersabar menempuh jalur yang lebih mirip “jalan alternatif alam bebas” ketimbang akses pendidikan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya pun angkat bicara. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan Pemkot akan berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah provinsi, bahkan pusat, demi mempercepat solusi infrastruktur tersebut.

Baca Juga:Ditinggal Tarawih, Rumah PNS di Kota Tasikmalaya Dibobol Maling: Uang Rp20 Juta Raib, Pintu Tetap TerkunciRiset Smart Trash Universitas Mayasari Bakti Dorong Pengelolaan Sampah Digital di Kota Tasikmalaya

Sekolah itu berdiri di lahan yang dikelilingi kepemilikan pribadi dan area pertambangan. Artinya, tidak ada jalur resmi yang aman dan permanen bagi aktivitas belajar-mengajar. Setiap hari, siswa seperti sedang praktik studi lapangan tentang bertahan hidup di jalur debu dan pasir.

“Kita menjembatani pertama kan dengan sebetulnya lahan untuk aksesnya ya. Lahan untuk akses jalannya, tapi tentunya nanti anggaran pembangunannya dari Pemprov,” ujar Viman, Rabu (18/2/2026).

Ia mengakui kewenangan pembangunan fisik jalan berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengingat SMA merupakan urusan provinsi. Namun, Pemkot Tasikmalaya tidak ingin hanya menjadi penonton di pinggir jalan.

Menurut Viman, kontribusi Pemkot bisa dimulai dari urusan paling krusial: tanah. Pemkot siap membantu penyediaan atau pembebasan lahan agar akses jalan dapat dibuka. Dengan lahan yang jelas, pemerintah provinsi diharapkan bisa segera mengucurkan anggaran pembangunan.

Tak hanya soal jalan, lingkungan sekolah juga masuk daftar perhatian. Lokasi SMAN 11 yang berdekatan dengan aktivitas galian pasir membuat debu menjadi “tamu tetap” ruang kelas.

“Kemudian selain akses jalannya, kita juga memastikan lingkungannya lebih hijau. Dinas Lingkungan Hidup nanti yang turun,” katanya.

Penghijauan dianggap penting agar sekolah tidak sekadar punya jalan, tetapi juga udara yang layak hirup. Belajar tanpa debu di paru-paru tentu lebih manusiawi.

Baca Juga:Plat Nomor Terbalik, Mobil Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya Viral: Sekretaris BPBD Akui LalaiTak Pulang Sejak Siang, Pria 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Saung Kolam Kota Tasikmalaya

Pemkot juga berencana membantu sarana pendidikan. Mulai dari alat belajar hingga mebel sekolah akan didukung sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Kami juga bantu alat-alat belajarnya, mebelernya. Tapi untuk akses jalan, kami bisa menyumbang tanah ke provinsi agar aksesnya lebih baik,” ucapnya.

0 Komentar