AC Milan Kantongi Rp1,5 Triliun dari Penjualan 7 Pemain: Patahkan Rekor Pendapatan Tahun 2001

AC Milan
Ilustrasi AC Milan
0 Komentar

Di tengah tekanan finansial sepak bola modern dan absennya panggung Eropa, Rossoneri tetap mampu menjaga stabilitas neraca.

Langkah ini juga mencerminkan perubahan pendekatan manajemen dalam beberapa musim terakhir.

Milan tak lagi sekadar membangun tim kompetitif, tetapi juga menekankan keberlanjutan finansial.

Baca Juga:Beppe Marotta Pastikan Akan Bawa Pulang Anak Dejan Stankovic ke InterLegenda Inter Heran Sommer Tak Bisa Tepis Tembakan Jens Petter Hauge: Tangannya Terlalu ke Bawah

Keuntungan besar dari transfer pemain memberi ruang bagi klub untuk berinvestasi kembali, baik untuk pembelian pemain muda potensial maupun penguatan struktur klub.

Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana manajemen menyeimbangkan keuntungan finansial dengan prestasi di lapangan.

Sebab bagi klub sebesar Milan, stabilitas neraca harus berjalan seiring dengan ambisi meraih trofi.

Satu hal yang pasti, musim tanpa kompetisi Eropa tak lantas membuat Milan merugi. Justru sebaliknya, mereka mencetak rekor baru yang mematahkan capaian bersejarah sejak awal milenium.

0 Komentar