TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah saung kolam ikan di Kampung Leuwimalang RT 001 RW 003, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (18/2/2026) sore.
Penemuan ini sempat mengundang perhatian warga sekitar, sebelum akhirnya dipastikan tidak ditemukan unsur kekerasan.
Kasatreskrim AKP Herman Saputra menjelaskan, korban bernama Marpu (73), warga Jalan Cipedes I, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:84,14 Persen dan Jeruk yang Makan Jeruk Ala Pemerintah Kota Tasikmalaya!BPKAD Kota Tasikmalaya Bantah Pilih-Pilih Pencairan Pekerja, Sebut Sesuai Arahan Pimpinan!
“Korban ditemukan pertama kali oleh saksi yang biasa membantu memberi makan ikan di kolam milik korban. Saat dipanggil tidak ada jawaban, pintu saung dibuka dan korban sudah tergeletak dengan kondisi mata terbuka,” ujar Herman kepada wartawan, Rabu malam.
Menurut Herman, korban diketahui sehari-hari rutin datang ke kolam sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan biasanya pulang sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun pada hari kejadian, korban tak kunjung kembali ke rumah hingga sore hari. Istri korban kemudian meminta saksi untuk mencari keberadaannya.
“Sekitar pukul 16.00 WIB saksi tiba di lokasi dan menemukan korban sudah meninggal dunia di dalam saung,” katanya.
Dari keterangan para saksi, lanjut Herman, korban memiliki riwayat penyakit jantung dan kerap mengeluhkan sakit di bagian dada.
“Hasil pemeriksaan awal dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena faktor kesehatan,” jelasnya.
Petugas dari Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek Indihiang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Lamban dan Kurang Taktis: RSUD Dewi Sartika Dua Tahun Berdiri, BPJS Tertahan VentilatorPilih-Pilih Pencairan Uang di Tengah Kas yang Masih Tebal di Kota Tasikmalaya!
“Kami sudah melakukan prosedur standar, termasuk dokumentasi dan membuat berita acara serta pernyataan dari pihak keluarga,” tambah Herman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rutinitas harian bisa berubah menjadi kabar duka dalam sekejap. Dari memberi makan ikan, berujung laporan polisi.
Di Kota Tasikmalaya, saung kolam yang biasanya sunyi sore hari, mendadak menjadi saksi bisu kepergian seorang warga. Satirnya, ikan sudah kenyang, tapi manusia tak sempat pulang. (rezza rizaldi)
