Pertandingan terhenti hampir sepuluh menit. Sorakan dan siulan menggema di seluruh stadion, mempertegas betapa panasnya atmosfer malam itu.
Setelah situasi dinilai kondusif, laga kembali dilanjutkan.
Drama mencapai puncaknya di pengujung laga. Pelanggaran Vinícius terhadap Rios memicu reaksi keras dari bangku Benfica.
Mourinho berdiri, berteriak, dan meminta wasit memberikan kartu kuning kedua kepada pemain Brasil tersebut.
Baca Juga:Siapa Noah Klose? Striker Jangkung Anak Miroslav yang Pernah Bawa Lazio Taklukkan AS RomaJovan Kirovski Ungkap Alasan AC Milan Jual Anak Ibrahimovic ke Ajax
Namun keputusan tak berubah. Sang pelatih justru diusir karena protes berlebihan.
Menariknya, Mourinho tak langsung meninggalkan stadion. Ia memilih duduk di tribun untuk menyaksikan sisa laga, yang berlangsung dengan tambahan waktu 12 menit.
Namun, skor tetap 0-1 hingga peluit akhir berbunyi, memastikan Real Madrid membawa pulang kemenangan penting dari Portugal.
Akibat kartu merah tersebut, Mourinho dipastikan absen mendampingi Benfica pada leg kedua di Santiago Bernabéu delapan hari mendatang.
Sementara itu, Real Madrid berada di posisi lebih nyaman. Dengan keunggulan agregat 1-0, mereka hanya perlu hasil imbang untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Laga ini bukan sekadar soal skor, melainkan tentang emosi, kontroversi, dan ketegangan yang mempertegas betapa Liga Champions selalu menghadirkan drama di level tertinggi sepak bola Eropa.
