RADARTASIK.ID – Laga panas tersaji di Estadio da Luz saat Benfica menjamu Real Madrid pada leg pertama play-off Liga Champions UEFA.
Pertandingan yang berakhir 0-1 untuk kemenangan Los Blancos itu tak hanya menyajikan gol indah, tetapi juga drama panjang yang melibatkan sosok sentral: José Mourinho.
Mourinho kembali menghadapi mantan klubnya dalam atmosfer yang sarat emosi.
Namun lima menit jelang laga usai, pelatih berjuluk The Special One itu justru diusir wasit setelah berulang kali meminta kartu kuning kedua untuk Vinícius Júnior.
Baca Juga:Siapa Noah Klose? Striker Jangkung Anak Miroslav yang Pernah Bawa Lazio Taklukkan AS RomaJovan Kirovski Ungkap Alasan AC Milan Jual Anak Ibrahimovic ke Ajax
Mou menilai Vinícius melakukan pelanggaran keras terhadap Rios di tepi kotak penalti, tetapi wasit bergeming.
Protes keras Mourinho berbuah kartu kuning kedua dalam hitungan detik, yang otomatis berubah menjadi kartu merah.
Sebelum insiden tersebut, pertandingan memang sudah berjalan dalam tensi tinggi.
Babak pertama berakhir tanpa gol, meski Real Madrid perlahan mengambil kendali permainan.
Benfica sukses menjaga skor tetap 0-0 dengan pertahanan rapat dan mengandalkan ketangguhan kiper Anatoliy Trubin.
Penjaga gawang asal Ukraina itu tampil gemilang di menit-menit krusial, menggagalkan peluang Arda Güler dan Kylian Mbappé untuk menjaga skor tetap imbang hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, momen penentu akhirnya tiba. Vinícius memecah kebuntuan lewat tendangan melengkung spektakuler dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Trubin.
Gol tersebut langsung membungkam sebagian publik Da Luz. Namun selebrasi Vinícius di dekat pojok lapangan, di tengah cemoohan suporter tuan rumah, membuatnya diganjar kartu kuning.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Kecewa dengan Kinerja Wasit Inter vs JuventusCetak Satu Gol Setiap 78 Menit, Donyell Malen Ikuti Jejak Piatek di AC Milan
Kontroversi belum berhenti. Tak lama setelah gol, Vinícius mendekati wasit dan mengadukan dugaan hinaan rasis yang ia terima dari pemain Benfica, Prestianni, yang disebut melontarkan kata bernada rasial.
Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA.
Situasi memanas, dengan Vinícius sempat terlibat adu argumen, termasuk dengan Mourinho di tepi lapangan, sebelum akhirnya duduk di bangku cadangan dan tampak enggan melanjutkan laga.
