Klausul pembelian itu terbilang unik. Bologna diwajibkan mengaktifkannya setelah meraih poin pertama di Serie A pada Februari, usai penutupan bursa transfer musim dingin.
Syarat tersebut akhirnya terpenuhi ketika Bologna menang 2-1 atas Torino—mantan klub Pobega—meski sang pemain absen karena skorsing.
Pobega sendiri memiliki hubungan erat dengan pelatih Bologna, Vincenzo Italiano.
Keduanya pernah bekerja sama di Spezia sebelum kembali dipertemukan di Bologna.
Baca Juga:Fabregas: Bermain Bagus Lawan AC Milan Tak Menjamin KemenanganJurnalis Italia Kesal Ada Pihak yang Meminta Gattuso Tak Memanggilnya Bastoni ke Timnas Italia
Kepercayaan sang pelatih menjadi salah satu alasan utama transfer permanen itu direalisasikan.
Dengan tambahan dana dari penjualan Pobega, Milan kini memiliki ruang manuver lebih fleksibel.
Meski angka tersebut belum cukup untuk menebus klausul Guirassy saat ini, manajemen Rossoneri bisa menjadikannya sebagai bagian dari strategi pembiayaan transfer musim panas mengingat mereka masih akan mendapatkan banyak uang dari pemain lain yang dipinjamkan.
Pertanyaannya kini: apakah Milan siap menggelontorkan hingga Rp800 miliar lebih demi mendatangkan mesin gol baru?
Jika Guirassy benar-benar tersedia dengan harga lebih realistis, San Siro bisa saja menjadi pelabuhan berikutnya bagi striker tajam Bundesliga tersebut.
