Pada akhirnya, katanya, setiap rencana terbaik tetap berada dalam genggaman Yang Maha Menentukan.
Di Graha Persib sore itu, sepak bola tak lagi semata soal taktik dan angka.
Ia menjelma menjadi pertemuan niat, doa, dan keyakinan—sebuah ikhtiar kolektif yang berharap esok hari berujung pada kabar baik.
