Tak hanya wasit yang berada di bawah tekanan. Dua petinggi Juventus, Giorgio Chiellini dan Damien Comolli, juga terancam sanksi dari FIGC.
Keduanya dilaporkan memprotes keras La Penna di lorong Stadion Giuseppe Meazza saat jeda pertandingan.
Kantor kejaksaan FIGC telah membuka penyelidikan terkait kericuhan di terowongan stadion.
Baca Juga:Wali Kota Milan Tak Terima Del Piero Kritik Bastoni: Dia Juga Tukang DivingSpalletti Tak Menyangka Chivu Sebut Pemain Juventus Bodoh
Berdasarkan laporan wasit, hakim olahraga Gerardo Mastrandrea akan mengumumkan keputusan dalam waktu dekat.
Namun, bukan tidak mungkin investigasi tambahan dilakukan dengan mempertimbangkan laporan inspektur federasi yang bertugas di lapangan.
Kontroversi semakin melebar setelah muncul laporan bahwa pelatih Juventus, Luciano Spalletti, diduga melontarkan kalimat keras kepada Presiden Inter, Giuseppe Marotta.
Menurut sejumlah saksi yang dikutip SportMediaset, Spalletti disebut berkata, “Kamu telah melakukan sesuatu yang kotor.”
Di sisi lain, manajer tim Inter, Riccardo Ferri, juga dilaporkan terlibat adu argumen dengan direktur teknik Juventus, François Modesto.
Beruntung, petugas keamanan sigap mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan fisik.
Derby d’Italia kali ini bukan sekadar pertandingan biasa. Selain berdampak pada klasemen, laga tersebut kini berubah menjadi pusaran kontroversi yang menyeret wasit, pemain, pelatih, hingga jajaran manajemen kedua klub.
Namun, ancaman terhadap La Penna menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak boleh melampaui batas kemanusiaan.
Baca Juga:Marotta Tuding Media Terlalu Berlebihan Hakimi Bastoni: Ingatkan Duel Juventus vs Inter di Tahun 2021Presiden Inter Milan Dituduh Mencemari Serie A: Petinggi Juventus Tahu Cara Kerja Marotta
Sementara itu, keputusan FIGC terkait potensi sanksi bagi para pejabat klub dinanti publik, yang berharap ketegasan federasi mampu meredam ketegangan yang sudah terlanjur membara.
