Wasit Inter Milan vs Juventus Dapat Ancaman Pembunuhan: FIGC Tabuh Genderang Perang Terhadap Aksi Diving

Federico La Penna
Federico La Penna Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Badai kontroversi usai laga panas Inter Milan kontra Juventus belum juga mereda.

Keputusan kontroversial wasit Federico La Penna yang mengusir Pierre Kalulu setelah insiden dengan Alessandro Bastoni kini berbuntut panjang.

Tak hanya sorotan tajam dan kritik publik, La Penna bahkan dilaporkan menerima ancaman pembunuhan.

Baca Juga:Wali Kota Milan Tak Terima Del Piero Kritik Bastoni: Dia Juga Tukang DivingSpalletti Tak Menyangka Chivu Sebut Pemain Juventus Bodoh

Menurut laporan media Italia, situasi menjadi sangat mengkhawatirkan bagi La Penna dan keluarganya.

Wasit asal Roma yang juga berprofesi sebagai pengacara itu menerima rentetan pesan bernada kebencian di media sosial. Beberapa di antaranya bahkan sudah melewati batas kewajaran.

Isi pesan ancaman tersebut mencakup kalimat mengerikan seperti, “Aku akan menembakmu,” “Aku akan membunuhmu,” hingga “Kami tahu di mana kamu tinggal.”

Merasa keselamatannya terancam, La Penna langsung mengambil langkah hukum dengan mengumpulkan bukti berupa komentar, pesan, dan hinaan, lalu melaporkannya ke Kepolisian Italia.

Pihak berwenang menyarankan agar ia dan keluarganya untuk sementara waktu membatasi aktivitas di luar rumah demi alasan keamanan.

Di tengah tekanan tersebut, performa La Penna juga tengah dievaluasi oleh otoritas perwasitan Italia.

Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, badan wasit (CAN) tidak sepenuhnya puas dengan kepemimpinannya dalam laga tersebut, khususnya pada momen pengusiran Kalulu yang dianggap keliru karena tidak menghukum dugaan aksi diving Bastoni.

Baca Juga:Marotta Tuding Media Terlalu Berlebihan Hakimi Bastoni: Ingatkan Duel Juventus vs Inter di Tahun 2021Presiden Inter Milan Dituduh Mencemari Serie A: Petinggi Juventus Tahu Cara Kerja Marotta

Sanksi internal berupa skorsing dua hingga tiga pekan, bahkan hingga satu bulan, sedang dipertimbangkan.

Meski begitu, evaluasi tidak sepenuhnya negatif. La Penna dinilai mampu mengendalikan babak kedua dengan cukup baik setelah kontroversi di paruh pertama.

Jika skorsing dijatuhkan, ia kemungkinan akan ditugaskan memimpin pertandingan dengan eksposur media lebih rendah sebelum kembali dipercaya menangani laga besar.

Menariknya, laporan tersebut juga menyebut bahwa para pejabat wasit turut menyoroti tindakan Bastoni yang dianggap melakukan simulasi.

Walau hal itu tidak menghapus kesalahan La Penna, FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) kembali menegaskan bahwa perang terhadap aksi diving menjadi prioritas dalam penegakan disiplin di Serie A.

Chiellini dan Comolli Terancam Sanksi

0 Komentar