Ronny juga menegaskan bahwa lawan di tingkat nasional nanti akan jauh lebih berat.
“Makanya kita ingin cari uji coba dengan tim yang levelnya lebih tinggi, supaya anak-anak punya pengalaman dan kualitasnya teruji,” jelasnya.
Dari kubu lawan, Pelatih RKC Nusantara Cianjur, Afga Aditia Marsal, mengaku laga ini menjadi bagian penting dari pemusatan latihan timnya.
Baca Juga:Saat Mahasiswi Diminta Turun dari Diskursus oleh Budi Mahmud Saputra!APBD dan Antrean Stasiun Kereta Api: Ujian Transparansi di Kota Tasikmalaya
“Kami sengaja cari lawan yang levelnya di atas untuk persiapan Liga 4 Seri 2. Ini juga jadi ajang seleksi pemain baru,” katanya.
Ia menilai babak kedua menjadi momentum evaluasi positif bagi timnya.
“Kami coba bongkar pasang posisi dan skema. Di babak kedua bisa menahan imbang, itu jadi catatan bagus,” ucapnya.
Afga memuji kualitas Persikotas FC yang dinilainya pantas melangkah ke Liga Nasional.
“Persikotas tim bagus, pressing mereka ketat. Pemain kami sempat panik karena beberapa masih debut di kompetisi,” katanya.
Uji coba ini menjadi cermin bagi kedua tim: Persikotas FC mendapat kepercayaan diri, RKC Nusantara mendapat pelajaran.
Di Kota Tasikmalaya, enam gol bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa Liga Nasional tak bisa disambut dengan latihan biasa-biasa saja. (rezza rizaldi)
