Persib Harus Waspada, Persija Merawat Peluang Juara, Tersenyum Usai Bawa 3 Poin dari Markas Bali United

Persija Merawat Peluang Juara
Persib Harus Waspasa, Persija Merawat Peluang Menjadi Juara, Tersenyum Usai Bawa 3 Poin dari Markas Bali United. Foto: Persija
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Persija Jakarta kembali mengecap rasa yang lama dicari: kemenangan. Untuk itu Persib harus waspada.

Pada penutup pekan ke-21 BRI Super League 2025/26, Macan Kemayoran pulang dari kandang Bali United FC dengan tiga poin, hasil dari satu gol yang cukup untuk mengubah suasana.

Gol Persija datang terlalu dini untuk disebut kebetulan, namun juga terlalu tenang untuk dianggap kebetulan semata.

Baca Juga:Sah, Febri Hariyadi Jadi Bagian Persis Solo, Ini Kata-Kata Pertamanya Usai Tinggalkan Persib BandungFrans Putros Yakin Persib Masih Bisa Balas Kekalahan 3-0 dari Ratchaburi FC di ACL Two 

Menit kedelapan, Gustavo Almeida menuntaskan sebuah umpan lambung dari sisi kiri yang dilepaskan Emaxwell Souza.

Sundulannya tidak keras, tapi tepat; tidak gegabah, tapi pasti. Sejak saat itu, skor 1-0 berdiri tegak hingga jeda, seperti keputusan yang telah diambil dan tak ingin ditawar.

Babak kedua berjalan dengan napas yang sama: panjang dan melelahkan.

Persija tidak mengendur, justru terus menekan. Bali United dipaksa bertahan, menunggu celah dari transisi cepat yang mereka rawat.

Namun malam itu, peluang tak pernah benar-benar berpihak.

Dari 18 percobaan Persija—lima di antaranya mengarah ke gawang—tak satu pun menambah angka.

Kemenangan harus cukup dengan satu luka kecil yang diciptakan lebih awal.

Di pinggir lapangan, peran pelatih dijalankan oleh Ricky Nelson, yang menggantikan Mauricio Souza akibat absensi karena akumulasi kartu.

Ricky membaca laga itu sebagai pertarungan yang menguras tenaga dan keyakinan.

Baca Juga:Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBTTerdepan, Persib Kreatif Mengelola Sampah dari Bobotoh di Stadion GBLA, Semuanya Berguna dan Bernilai 

Ia menilai sejak awal timnya telah memperkirakan kesulitan, terutama menghadapi permainan Bali United yang sarat transisi.

Antisipasi memang disiapkan, namun pelaksanaannya menuntut komitmen penuh.

Baginya, kerja keras pemain yang berjuang lebih dari seratus menit menjadi kunci, sebab rencana hanya bermakna jika dijalankan dengan disiplin.

Kemenangan di Gianyar juga mematahkan bayang-bayang masa lalu.

Dalam beberapa lawatan terakhir, Persija kerap pulang tanpa senyum. Namun Ricky memilih tidak menoleh ke belakang.

Ia memandang hasil ini sebagai penguat langkah agar tim tetap berada di jalur yang ditargetkan sejak awal musim.

Yang utama, menurutnya, adalah menjaga jarak dengan papan atas dan merawat peluang juara—sejarah lama tak lagi relevan ketika masa depan menuntut fokus.

0 Komentar