RADARTASIK.ID – Kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga panas Inter kontra Juventus di San Siro ternyata bukan hanya menyisakan ketegangan bagi dua tim yang bertikai.
Media Italia melaporkan, kubu AC Milan juga mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja perangkat pertandingan yang dinilai memengaruhi persaingan papan atas Serie A.
Rossoneri saat ini menempati posisi kedua klasemen dan tertinggal delapan poin dari Inter.
Baca Juga:Cetak Satu Gol Setiap 78 Menit, Donyell Malen Ikuti Jejak Piatek di AC MilanGiuseppe Marotta: Inter Milan Produk Italia yang Mendunia
Mereka masih menunggu jadwal ulang laga kandang melawan Como yang akan digelar tengah pekan ini.
Di tengah persaingan ketat menuju zona Liga Champions, setiap keputusan wasit dinilai memiliki dampak besar terhadap peta persaingan.
Target yang dicanangkan manajemen dan pelatih Massimiliano Allegri jelas: lolos ke Liga Champions musim depan.
Meski Milan telah memainkan satu laga lebih sedikit, mereka masih unggul tujuh poin atas Juventus yang berada di peringkat kelima. Situasi itu membuat setiap detail pertandingan rival menjadi perhatian serius.
Menurut laporan Corriere dello Sport, ketidakpuasan mulai terasa di internal Milan terkait cara wasit menangani laga sepenting Inter vs Juventus.
Pertandingan tersebut bukan hanya krusial bagi dua tim yang bertanding, tetapi juga berpengaruh pada klub-klub lain yang sedang bersaing di papan atas.
Kekecewaan Milan bukan tanpa alasan. Ini bukan kali pertama keputusan wasit dianggap memengaruhi jalannya kompetisi.
Baca Juga:Wasit Inter Milan vs Juventus Dapat Ancaman Pembunuhan: FIGC Tabuh Genderang Perang Terhadap Aksi DivingWali Kota Milan Tak Terima Del Piero Kritik Bastoni: Dia Juga Tukang Diving
Salah satu contoh terbaru adalah kartu merah yang diterima Adrien Rabiot saat laga di Pisa.
Gelandang Prancis itu mendapat kartu kuning kedua usai pelanggaran yang dinilai relatif ringan, kemudian diikuti protes dengan gestur yang dianggap tidak berlebihan.
Namun keputusan tetap diambil, dan Milan harus bermain tanpa salah satu pilar pentingnya.
Lebih jauh ke belakang, Milan juga belum melupakan momen pada Desember lalu ketika gol Christian Pulisic dianulir akibat dugaan pelanggaran Ruben Loftus-Cheek dalam laga melawan Sassuolo.
Gol tersebut seharusnya mengubah skor menjadi 3-1, tetapi pertandingan justru berakhir imbang 2-2.
Jika keputusan berbeda diambil saat itu, posisi klasemen saat ini mungkin tak akan sama.
Kini, setelah kontroversi Inter-Juventus, kembali muncul perasaan bahwa standar kepemimpinan wasit perlu ditinjau ulang demi menjaga integritas kompetisi.
