TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dugaan pembuangan limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke saluran air di Kecamatan Taraju memicu sorotan tajam.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Siddiq, mendesak satuan tugas (satgas) MBG bertindak tegas karena persoalan tersebut menyangkut langsung kesehatan para penerima manfaat.
Fahmi menilai, pengelolaan limbah dapur tidak boleh dianggap sepele. Program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat justru berpotensi menimbulkan masalah baru jika aspek sanitasi diabaikan.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Harus ditindak tegas oleh satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya. Ini menyangkut layanan makan bergizi untuk masyarakat. Pengawasan harus melekat terhadap setiap SPPG oleh satgas,” tegas Fahmi, Selasa 17 Februari 2026.
Ia mengingatkan, kelalaian pengelolaan limbah bisa memicu gangguan kesehatan massal atau kejadian luar biasa (KLB).
Karena itu, selain satgas, koordinator wilayah dan kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diminta bergerak cepat melakukan evaluasi. “Jangan sampai terjadi KLB yang merugikan penerima manfaat. Korwil dan kepala SPPG harus sigap dan responsif,” tambahnya.
Sorotan tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi 23 detik viral di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @ruang.baru7 memperlihatkan cairan limbah diduga dari dapur MBG mengalir langsung ke selokan permukiman warga.
Dalam video itu, air selokan yang semula jernih berubah keruh keputihan disertai bau menyengat. Kondisi tersebut membuat warga resah karena aroma tak sedap menyebar hingga ke kebun dan pekarangan rumah.
Peristiwa dilaporkan terjadi di Desa Taraju, Tasikmalaya. Sejumlah warga mengaku terganggu, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Mereka khawatir limbah tersebut mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.
Menanggapi keluhan masyarakat, pihak kecamatan bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan lapangan. Namun, Fahmi menegaskan langkah tersebut harus diikuti pengawasan berkelanjutan dan penegakan aturan agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya
Menurutnya, program MBG yang digagas untuk kepentingan publik harus dijalankan dengan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa menimbulkan dampak lingkungan. (ujg)
