RADARTASIK.ID— Pekan ke-21 BRI Super League 2025/26 menjadi saksi bagaimana Arema FC menundukkan Semen Padang FC tiga gol tanpa balas, Minggu 15 Februari 2026.
Di Stadion Kanjuruhan, 2.223 penonton menyaksikan sebuah kisah yang bukan hanya tentang skor, melainkan tentang keyakinan yang pelan-pelan menemukan bentuknya.
Di tengah lapangan, seorang penyerang Brasil berdiri sebagai tokoh utama.
Joel Vinicius mencatatkan namanya dua kali—menit ke-29 dan 59— saat Arema FC kalahkan Semen Padang, seolah hendak menegaskan bahwa penantian tidak pernah sia-sia.
Baca Juga:Sah, Febri Hariyadi Jadi Bagian Persis Solo, Ini Kata-Kata Pertamanya Usai Tinggalkan Persib BandungFrans Putros Yakin Persib Masih Bisa Balas Kekalahan 3-0 dari Ratchaburi FC di ACL Two
Di antara dua gol itu, Gustavo Franca menyisipkan satu lesakan pada menit ke-52, mempertebal jarak yang tak lagi mudah dijangkau lawan.
Sejak peluit pertama, pertandingan tidak selalu berjalan mulus bagi tuan rumah.
Tekanan datang di awal laga, membuat irama permainan sempat goyah.
Namun Arema tidak kehilangan arah. Mereka tetap menguasai tempo, menjaga aliran bola seperti menjaga bara agar tidak padam.
Sementara itu, upaya Semen Padang menembus pertahanan tuan rumah berulang kali kandas di dinding disiplin yang terbangun rapi.
Dari tepi lapangan, pelatih Arema FC Marcos Santos membaca pertandingan dengan saksama.
Ia menilai kemenangan itu lahir dari kesetiaan pemain terhadap taktik yang telah dirancang.
Di ruang ganti, sebelum babak dimulai, ia memberi arahan yang menurutnya dijalankan dengan patuh dan penuh kesadaran.
Baca Juga:Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBTTerdepan, Persib Kreatif Mengelola Sampah dari Bobotoh di Stadion GBLA, Semuanya Berguna dan Bernilai
Pelatih asal Brasil itu mengaku puas melihat suasana dalam tim—sebuah ruang yang kini terasa lebih utuh dan saling percaya.
Bagi Joel, laga itu bukan sekadar kemenangan.
Itu adalah jawaban atas hari-hari sunyi sejak kedatangannya pada putaran kedua musim ini.
Dalam penampilan ketiganya, ia akhirnya memecah kebuntuan, mencetak dua gol yang menjadi awal kisahnya bersama Singo Edan.
Ia merasakan dukungan suporter sebagai tenaga yang tak kasatmata—sebuah dorongan yang membuat langkahnya lebih ringan dan keyakinannya lebih bulat.
Mantan pemain Borneo FC Samarinda itu merasakan penerimaan hangat sejak pertama tiba.
Ia melihat rekan-rekannya bekerja keras, membuka ruang, dan memberinya kepercayaan.
Dua gol yang tercipta, dalam pandangannya, bukanlah hasil kerja seorang diri, melainkan buah dari kebersamaan yang perlahan mengakar.
