Klub lebih mengutamakan jalur perkembangan yang ideal ketimbang mempertahankan pemain hanya karena faktor emosional atau popularitas.
Bagi Maximilian, kepindahan ke Ajax bisa menjadi batu loncatan penting dalam karier profesionalnya.
Sementara bagi Milan, proyek regenerasi tetap berjalan dengan prinsip yang jelas: memberi ruang bagi talenta muda berkembang, meski itu berarti harus berpisah lebih cepat dari yang diperkirakan publik.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Kecewa dengan Kinerja Wasit Inter vs JuventusCetak Satu Gol Setiap 78 Menit, Donyell Malen Ikuti Jejak Piatek di AC Milan
Dengan pendekatan terstruktur dan visi jangka panjang, Milan berharap dapat terus melahirkan pemain-pemain berkualitas yang suatu hari nanti siap bersinar di San Siro bersama tim utama.
