Cetak Satu Gol Setiap 78 Menit, Donyell Malen Ikuti Jejak Piatek di AC Milan

Donyell Malen
Donyell Malen Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Donyell Malen sedang menggebrak Serie A dan ketajamannya kembali terlihat saat Roma menantang Napoli di Stadion Diego Armando Maradona.

Meski Giallorossi gagal menjadi tim pertama dalam lebih dari setahun yang mampu menaklukkan Napoli di kandang mereka pada ajang Serie A, ada satu kabar baik yang membuat publik ibu kota tetap tersenyum: mereka akhirnya memiliki mesin gol yang nyata.

Malen tampil sebagai pembeda. Ia mencatat lima penampilan di Serie A dan mencetak lima gol.

Baca Juga:Giuseppe Marotta: Inter Milan Produk Italia yang MenduniaWasit Inter Milan vs Juventus Dapat Ancaman Pembunuhan: FIGC Tabuh Genderang Perang Terhadap Aksi Diving

Statistik itu bukan sekadar impresif, tetapi juga menentukan, dengan rata-rata satu gol setiap 78 menit menjadi bukti konkret bahwa Roma kini memiliki penyerang tengah yang efektif dan klinis di kotak penalti.

Kehadiran Malen jelas mengubah dinamika lini depan Roma secara drastis.

Dalam beberapa musim terakhir, publik Olimpico kerap merindukan sosok nomor sembilan murni yang konsisten mencetak gol.

Memang, Roma pernah memiliki penyerang hebat seperti Edin Dzeko, tetapi bahkan Dzeko pun memulai kariernya di ibu kota dengan penuh tekanan sebelum akhirnya menjelma menjadi legenda klub.

Sejarah juga mencatat banyak striker yang tampil sensasional di awal, lalu meredup seiring waktu. Itulah sebabnya euforia terhadap Malen tetap dibarengi kewaspadaan.

Namun untuk saat ini, angka-angka tak bisa dibantah: ia memberi dampak langsung dan menyumbang poin penting bagi tim.

Pelatih Gian Piero Gasperini menjadi sosok sentral di balik kedatangan Malen.

Ia disebut berperan besar dalam mengidentifikasi potensi sang striker dan mendorong manajemen untuk membawanya dari Aston Villa.

Baca Juga:Wali Kota Milan Tak Terima Del Piero Kritik Bastoni: Dia Juga Tukang DivingSpalletti Tak Menyangka Chivu Sebut Pemain Juventus Bodoh

Didatangkan dengan status pinjaman senilai €2 juta, Roma memiliki opsi pembelian permanen sebesar €25 juta.

Skema ini berpotensi menjadi salah satu transfer Januari paling sukses dalam sejarah Serie A jika Malen mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim.

Dampak instan Malen mengingatkan publik pada transfer Januari fenomenal di masa lalu.

Salah satu yang paling relevan adalah kedatangan Krzysztof Piatek ke AC Milan.

Saat itu, Piatek langsung mencetak gol demi gol dan menjadi idola baru San Siro, meski performanya kemudian menurun.

0 Komentar