Arema FC Petik 3 Poin di Kanjuruhan dari Semen Padang, Perubahan Taktik Marcos Santos Jadi Kunci Kemenangan 

Arema FC Petik 3 Poin di Kanjuruhan dari Semen Padang
Tangguh, Arema FC Petik 3 Poin di Kanjuruhan dari Semen Padang, Perubahan Taktik Marcos Santos Jadi Kunci Kemenangan. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Sore itu, langit Kepanjen menggantung rendah di atas Stadion Kanjuruhan. Di rumput yang menyimpan jejak keringat dan harapan, Arema FC menuntaskan pekan ke-21 BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan tiga gol tanpa balas atas Semen Padang FC.

Angka-angka di papan skor tampak tegas dan meyakinkan. Namun seperti riwayat hidup manusia, kemenangan itu tidak lahir tanpa bayang-bayang.

Di antara sorak yang bergulung, tiba-tiba ada jeda yang panjang.

Sunyi menjalar, merayap dari tribun ke tengah lapangan. Roberto Pimenta Vinagre, yang dipanggil Betinho, rebah setelah sebuah sepakan keras mengenai kepalanya.

Tubuhnya terkulai, seakan waktu menolak bergerak bersamanya.

Baca Juga:Sah, Febri Hariyadi Jadi Bagian Persis Solo, Ini Kata-Kata Pertamanya Usai Tinggalkan Persib BandungFrans Putros Yakin Persib Masih Bisa Balas Kekalahan 3-0 dari Ratchaburi FC di ACL Two 

Lawan-lawan yang beberapa detik sebelumnya berebut bola kini justru melambaikan tangan kepada wasit, meminta pertandingan dihentikan.

Dalam sepak bola, persaingan dapat berubah seketika menjadi kepedulian.

Betinho akhirnya ditandu keluar pada menit ke-24. Ia digantikan Valdeci Moreira, sementara ambulans membawanya menuju RS Wava Husada.

Dari tepi lapangan, pelatih Arema FC Marcos Santos memastikan bahwa kondisi gelandangnya dalam keadaan baik dan aman, meskipun harus menjalani pemeriksaan lanjutan akibat benturan tersebut.

Ucapannya mencoba menenangkan kegelisahan yang sempat menguasai stadion.

Belum lagi kecemasan itu surut, Hansamu Yama Pranata juga harus meninggalkan lapangan pada menit ke-88.

Bek yang didatangkan dari Persija Jakarta ini berjalan keluar tanpa sepatu, setelah mendapat perawatan, seperti seorang prajurit yang menanggalkan perlengkapan terakhirnya seusai pertempuran.

Namun sepak bola, seperti kehidupan, tidak pernah berhenti hanya karena satu babak duka.

Keluarnya Betinho justru mengubah arah angin permainan. Marcos Santos menggeser susunan dari 4-4-2 menjadi 4-1-4-1, sebuah siasat yang memberi ruang lebih luas bagi daya gedor.

Baca Juga:Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBTTerdepan, Persib Kreatif Mengelola Sampah dari Bobotoh di Stadion GBLA, Semuanya Berguna dan Bernilai 

Perubahan itu seperti memutar kunci pada pintu yang sebelumnya terkunci rapat.

Pada menit ke-29, Joel Vinicius memecah kebuntuan. Gol itu seperti pernyataan bahwa Arema tak akan tenggelam oleh kecemasan.

Gustavo Franca menambahnya di menit ke-52, dan Joel kembali menegaskan keunggulan pada menit ke-59.

Tiga gol lahir bukan semata dari kaki, melainkan dari keteguhan untuk tidak larut dalam ketakutan.

0 Komentar