Wasit Doyan Obral Kartu, Legenda Inter: Semua Pelatih Sekarang Ikuti Taktik Inzaghi

Giuseppe Bergomi
Giuseppe Bergomi Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID –Laga panas antara Inter Milan dan Juventus di pekan ke-25 Serie A terus menyisakan perdebatan.

Bukan semata soal lima gol yang tercipta dalam kemenangan dramatis 3-2 untuk Nerazzurri, melainkan keputusan wasit yang dianggap terlalu mudah mengeluarkan kartu.

Sorotan utama tertuju pada kartu merah yang diterima Pierre Kalulu pada menit ke-42 babak pertama.

Baca Juga:Legenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Donyell Malen: Dia Sangat MematikanChivu Targetkan Juventus Jadi Batu Loncatan Patahkan Kutukan Inter Lawan Tim Papan Atas

Bek Juventus itu diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua saat skor masih 1-1, sebuah keputusan yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Sejak Juventus bermain dengan 10 orang, Inter meningkatkan intensitas serangan.

Meski sempat mendapat perlawanan sengit hingga menit akhir, termasuk gol penyama kedudukan dari Manuel Locatelli, Inter akhirnya memastikan kemenangan lewat gol penentu di menit ke-90.

Namun, yang menjadi bahan diskusi sehari setelah pertandingan bukan hanya hasil akhir, melainkan kecenderungan wasit yang dinilai “royal” dalam mengeluarkan kartu.

Legenda Inter, Beppe Bergomi pun angkat bicara soal fenomena ini dan mengingatkan taktik yang sering dilakukan Simone Inzaghi saat melatih Nerazzurri.

Dalam analisisnya di Sky Sport, Bergomi menyoroti bagaimana keputusan Spalletti membiarkan Kalulu tetap bermain setelah kartu kuning pertama sebenarnya sudah sangat berisiko.

Menurutnya, sepak bola modern membuat pemain yang sudah mengantongi satu kartu berada di ujung tanduk.

“Sekarang terlalu mudah mendapatkan kartu kuning kedua,” ujar Bergomi.

Baca Juga:Daftar 4 Pemain Terburuk AC Milan saat Kalahkan Pisa: Ada Nama Adrien RabiotSumber Penghasilan Terbesar Inter dan Juventus: Nerazzurri Menang di Hak Siar, Nyonya Tua Pintar Jual Pemain

“Dulu kami sering bercanda dengan Simone Inzaghi karena dia kerap menarik keluar pemain yang sudah mendapat kartu kuning. Tapi sekarang semua pelatih melakukan hal yang sama,” paparnya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, tren pergantian pemain yang sudah terkena kartu kuning semakin sering terlihat.

Para pelatih tak mau ambil risiko kehilangan pemain di laga besar hanya karena satu tekel terlambat atau protes kecil kepada wasit.

Menurut Bergomi, ketegasan wasit memang penting, tetapi konsistensi pemain juga harus dijaga karena banyak keputusan penting lahir setelah intervensi asisten wasit.

Hal itu menunjukkan betapa tipisnya batas antara duel keras dan pelanggaran yang berujung kartu.

0 Komentar