Mengatur Pola Tidur untuk Energi Optimal
Tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap energi saat puasa.
Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi dan membuat tubuh cepat merasa lelah.
Pastikan mendapatkan waktu tidur yang cukup, terutama malam hari setelah tarawih.
Baca Juga:5 Prompt AI Edit Foto Candid Estetik dengan Vibes Luar Negeri Super RealistisAuto Keren! Edit Foto Naik ke Puncak Gunung dengan Prompt Gemini AI Tanpa Terlihat Editan
Jika memungkinkan, ambil waktu untuk tidur siang sebentar agar tubuh mendapat pemulihan tambahan.
Tidur yang berkualitas juga membantu metabolisme tubuh bekerja lebih baik meskipun tanpa asupan makanan dalam waktu lama.
Mengontrol Pikiran dan Emosi
Rasa lapar dan haus seringkali tidak hanya bersifat fisik tetapi juga mental.
Pikiran yang sering terfokus pada makanan atau minuman membuat rasa lapar terasa lebih berat.
Tips mengatasi lapar dan haus selanjutnya yaitu melatih fokus dengan ibadah, membaca Al‑Qur’an, atau melakukan aktivitas ringan dapat mengalihkan perhatian dari rasa lapar.
Meditasi ringan atau pernapasan dalam juga membantu menenangkan sistem saraf yang dapat memperkuat kontrol diri.
Mengisi waktu dengan hal-hal positif membuat puasa terasa lebih ringan dan bermakna.
Baca Juga:Stop Gorengan! Ini Menu Buka Puasa Sehat yang Lebih Bergizi dan KekinianEdit Foto di Restoran Korea Jadi Sinematik Pakai Prompt Gemini AI Ini
Mengatur Jadwal Konsumsi Cairan
Salah satu tips mengatasi lapar dan haus selama puasa yaitu mengatur jadwal minum pada malam hari sangat penting.
Pastikan jumlah air yang diminum saat berbuka dan sahur cukup, misalnya 8–10 gelas sehari.
Minumlah secara berkala, jangan sekaligus agar tubuh dapat menyerap cairan secara optimal.
Campurkan air putih dengan buah segar seperti lemon atau semangka untuk menambah elektrolit alami.
Hindari minuman berkafein saat sahur karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat dehidrasi.
