Sergio Castel Yakin Persib Bisa Membalas Defisit 3 Gol dari Ratchaburi FC, Undang Bobotoh ke GBLA  

Sergio Castel Yakin Persib Bisa Membalas Defisit 3 Gol dari Ratchaburi FC
Sergio Castel Yakin Persib Bisa Membalas Defisit 3 Gol dari Ratchaburi FC, Undang Bobotoh ke GBLA. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Debut seharusnya menjadi perkenalan yang manis. Namun bagi Sergio Castel, langkah pertamanya bersama Persib Bandung justru dibuka oleh malam yang pahit.

Di kandang Ratchaburi FC, Persib tumbang tiga gol tanpa balas pada ajang AFC Champions League Two 2025/26, Rabu, 11 Februari.

Sebuah awal yang jauh dari bayangan setiap penyerang baru—dan tentu bukan kisah yang ingin dikenang lama-lama.

Baca Juga:Persib Menghidupkan Mesin Harapan, Federico Barba Yakin Bisa Mengejar Keteringgalan 3-0 dari Ratchaburi FC Jelang Persib vs Ratchaburi FC, Ini Pesan Penting H Umuh Muchtar untuk Skuad Bojan Hodak

Sergio Castel memahami betul bahwa laga itu tidak menampilkan wajah terbaik Persib.

Dalam penilaiannya, permainan tim masih jauh dari standar yang diharapkan.

Meski demikian, ia menolak larut dalam kekecewaan. Baginya, kekalahan itu belum menutup pintu apa pun.

Masih ada leg kedua, masih ada peluang untuk membalas, bahkan membalikkan keadaan demi membuka jalan ke babak delapan besar.

Tantangannya jelas dan nyaris kejam: Persib harus menang dengan selisih minimal empat gol.

Pertandingan penentuan itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu, 18 Februari.

Demi memberi ruang fokus penuh, operator liga, I.League, menggeser jadwal Persib melawan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-21 yang semula direncanakan 16 Februari.

Sebuah keputusan yang menandai betapa pentingnya malam Asia itu bagi Maung Bandung.

Baca Juga:Kabar Baik Jelang Persib vs Ratchaburi FC, Beckham Putra Sudah Bisa Diturunkan LagiPersibday Festival Terasa Lebih Istimewa, Bos Persib Bersama Para Legenda Hadir Kompak

Bagi Sergio Castel, kunci kebangkitan bukan hanya soal taktik atau fisik, melainkan suasana.

Ia menyimpan ingatan kuat tentang atmosfer kandang Persib, terutama saat kemenangan atas Malut United FC.

Dari tribun, suara tak pernah putus, tekanan tak pernah surut.

“Pengalaman yang buruk tentu saja, kami tidak bermain dengan baik. Tapi tidak apa-apa, kami masih punya kesempatan pada leg kedua dan mencoba untuk bisa lolos,” ujar Sergio Castel.

Energi itu, menurutnya, terasa sampai ke lapangan—mengalir ke kaki, membakar semangat, dan mengubah beban menjadi keberanian.

Karena itu, Castel menaruh harapan besar pada Bobotoh.

Ia percaya, dukungan penuh dari tribun GBLA dapat menjadi pembeda.

Bukan sekadar sorak-sorai, melainkan dorongan psikologis yang membuat pemain berani melampaui batas dirinya sendiri.

Dalam keyakinannya, dengan atmosfer seperti itu, Persib bukan hanya mampu mengalahkan lawan, tetapi juga menantang nasib.

0 Komentar