Musyawarah Daerah pun terasa lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjadi penegasan tanggung jawab historis dan moral. Bahwa kader Himi Persis Tasikmalaya Raya tidak hanya dituntut tumbuh dalam intelektualitas, tetapi juga hadir dalam kebermanfaatan.
Ilmu, jejaring, dan bakti. Tiga hal yang pagi itu dirajut dalam satu pesan kunci. Dan seperti banyak pidato yang baik, ia tidak selesai di Bale Morosono. Ia justru baru dimulai—di luar ruangan, di tengah masyarakat. (rls)
